Selasa, 13 Januari 2026

1.285 Lowongan Dibuka, Baru 80 Pekerja Terserap

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati gedung S Universitas Putra Batam untuk mengikuti kegiatan Job Fair. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) mencatat, sebanyak 80 pencari kerja sudah resmi diterima bekerja dari 1.285 lowongan yang dibuka pada ajang Job Fair Batam 2025. Kegiatan ini digelar pada 5 hingga 7 Agustus lalu dan diikuti puluhan perusahaan dari berbagai sektor industri.

Plt Kepala Disnaker Batam, Nurul Iswahyuni, menyampaikan bahwa angka ini masih bersifat sementara. Data final jumlah pekerja yang diterima baru akan dipublikasikan pada 7 Oktober 2025. Hal ini sesuai aturan, di mana perusahaan diberi waktu maksimal dua bulan setelah job fair untuk menyampaikan laporan penerimaan tenaga kerja.

“Yang sudah masuk ke kami ada 80 orang yang sudah bekerja. Itu berdasarkan laporan perusahaan pada saat wawancara dan kandidat dinyatakan diterima bekerja. Namun, laporan final tetap akan kita tunggu hingga batas akhir nanti,” jelas Nurul, Rabu (27/8).

Menurutnya, seluruh dari 80 orang yang sudah resmi bekerja itu ditempatkan sebagai operator produksi di sektor industri manufaktur.

Lebih lanjut, Nurul menegaskan bahwa jumlah lowongan yang dibuka dalam job fair tidak selalu sebanding dengan jumlah pekerja yang akhirnya diterima. Sebab, dalam proses rekrutmen, kualifikasi pencari kerja kerap tidak sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

“Kalau ada kandidat yang tidak sesuai kualifikasi, tentu tidak bisa dipaksakan. Itulah kenapa ada kelebihan lowongan. Setiap tahun polanya hampir sama. Misalnya ada 10 ribu lowongan, biasanya yang terisi sekitar 9 ribu,” ungkapnya.

Ia mencontohkan, pada job fair kali ini, banyak posisi di bidang teknik dan jabatan menengah ke atas yang tidak terisi karena minimnya pelamar dengan latar belakang dan keterampilan sesuai.

“Bukan berarti tidak ada peminatnya, tetapi kebanyakan pelamar di Batam masih berada di level pemula. Jadi tidak match dengan kebutuhan perusahaan di posisi tertentu,” tambahnya.

Disnaker Batam memastikan akan terus memantau perkembangan hasil penempatan kerja dari job fair ini. Pihaknya juga aktif mengingatkan perusahaan untuk segera menyampaikan laporan hasil rekrutmen sebelum batas waktu berakhir.

“Artinya sebelum dua bulan ini selesai, semua perusahaan wajib melaporkan berapa orang yang diterima dan sudah bekerja. Data itulah yang nantinya kita umumkan secara resmi,” tegas Nurul.

Job Fair Batam 2025 sendiri diharapkan menjadi salah satu solusi mengurangi angka pengangguran, sekaligus menjembatani kebutuhan perusahaan dengan ketersediaan tenaga kerja lokal. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update