Minggu, 25 Januari 2026

1.885 Warga Batam Ikut KB Jangka Panjang Sepanjang 2025

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi.

batampos – Sebanyak 1.885 warga Batam tercatat menjadi akseptor program Keluarga Berencana (KB) dengan metode kontrasepsi jangka panjang sepanjang 2025. Capaian ini menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB terus meningkat di Kota Batam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batam Novi Harmadyastuti mengatakan, jumlah tersebut terdiri atas 623 akseptor Intrauterine Device (IUD), 1.145 implant, 65 aff implant, 23 Metode Operasi Pria (MOP), dan 29 Metode Operasi Wanita (MOW).

“Artinya, program KB sudah tersosialisasi dengan baik dan kesadaran masyarakat untuk ber-KB cukup tinggi,” ujar Novi saat dihubungi di Batam, Kamis (16/10).

Ia menjelaskan, layanan KB tersebut diberikan secara gratis dan difasilitasi langsung oleh Pemerintah Kota Batam melalui tenaga medis dan penyuluh lapangan.

Jika dibandingkan dengan data triwulan II, jumlah akseptor KB jangka panjang di Batam menunjukkan tren peningkatan signifikan, terutama pada pengguna IUD dan implant. IUD bertambah 217 akseptor, sementara implant meningkat 256 akseptor dalam periode yang sama.

Meski demikian, Novi menyebutkan bahwa program KB gratis sementara dihentikan pada Oktober ini. “Sementara break dulu bulan Oktober ini, jika ada lagi rencana turun untuk KB gratis akan kami informasikan,” katanya.

Novi menjelaskan, penyelenggaraan program KB gratis di Batam masih didukung oleh Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat, dan belum bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.

Untuk tahun 2025, DP3AP2KB Batam menargetkan 1.000 akseptor untuk metode IUD, 1.000 implant, 10 MOP, 99 MOW, dan 100 aff implant. Target tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan KB serta membantu menekan angka kelahiran di Batam.

“Dengan dukungan tenaga medis dan penyuluh yang aktif di lapangan, kami optimistis target tahun ini bisa tercapai. Selain untuk pengendalian penduduk, program KB juga berperan penting dalam menjaga kesehatan ibu dan kesejahteraan keluarga,” pungkas Novi. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update