Kamis, 29 Januari 2026

162 Rumah di Kampung Bagan Batam Nikmati Listrik Lewat Program CSR Perusahaan dan Pemerintah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Acara peresmian program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Lapangan Bola Kampung Bagan, Selasa (27/5).

batampos – Sebanyak 162 rumah warga di Kampung Bagan, Tanjung Piayu, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, akhirnya menikmati akses listrik layak melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program itu didanai melalui Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan-perusahaan di sektor ketenagalistrikan.

Peresmian program berlangsung pada Selasa (27/5) di Lapangan Bola Kampung Bagan. Hadir dalam kegiatan ini antara lain Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Walikota Batam, Wakil Walikota Batam, Anggot DPRD serta sejumlah tokoh masyarakat dan perusahaan pendukung, termasuk PT Batamindo Investment Cakrawala.

Walikota Batam, Amsakar Ahmad yang juga Kepala BP Batam, menyebut bahwa listrik merupakan kebutuhan fundamental yang harus menjangkau hingga pelosok. Karena itu, sudah seharusnya seluruh wilayah Batam mendapat suplai listrik. Apalagi dengan adanya perusahaan-perusahaan yang memberi bantuan kelistrikan.

“Kalau tidak, maka kesenjangan antara kawasan utama (mainland) dan hinterland akan semakin lebar. Maka dari itu, pihak-pihak yang memiliki kewenangan harus hadir dan tanggap terhadap kebutuhan ini,” tegas Amsakar.

Baca Juga: Dinkes Genjot Imunisasi Dasar, Capaian Baru 27 Persen

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Hari Pratamura menegaskan program ini akan terus dikembangkan ke wilayah lain yang belum terjangkau listrik. Ia juga meminta masyarakat untuk melapor jika masih ada warga yang belum mampu melakukan pemasangan listrik mandiri.

“Kalau ada yang belum mampu, segera laporkan ke RT dan RW. Kami akan fasilitasi,” tegasnya.

Peresmian ini menjadi simbol semangat kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha dalam memberikan akses layanan dasar kepada masyarakat secara lebih merata dan berkeadilan.

“Ini salah satu untuk meningkatkan perekonomian juga,” tegasnya.

General Manager PT Batamindo Investment Cakrawala, Mook Sooi Wah mengatakan Kampung Bagan yang berada di kawasan hinterland Batam dan berbatasan langsung dengan kawasan industri Batamindo, selama ini belum menikmati listrik 24 jam penuh. Melalui kolaborasi antara Pemprov Kepri, PLN Batam, PT Batamindo, serta beberapa stakeholder lainnya, warga kini dapat mengakses listrik yang aman dan layak.

“Listrik bukan kemewahan, tapi kebutuhan dasar yang membuka jalan menuju hidup yang lebih layak,” ujar Mook Sooi Wah.

Baca Juga: Ratusan Bangunan di Baloi Kolam Masuk Jalur ROW, Pemko Terbitkan Surat Pendataan

Program BPBL ini juga menjadi bentuk nyata kontribusi sektor industri dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Riau. PT Batamindo sendiri sudah dua tahun berturut-turut terlibat aktif dalam program ini.

“Kami ingin warga yang tinggal dekat kawasan industri juga tumbuh bersama, terang bersama,” kata Adhy Prasetyo Wibowo, Head of Legal, License and Land PT Batamindo.

Tokoh masyarakat Kampung Bagan, Umar, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan perusahaan yang telah mewujudkan harapan warga.

“Pengajuan kami sejak tahun lalu kini terealisasi. Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan,” ujar Umar.

Momen penuh haru terjadi ketika Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, dan Walikota Batam Amsakar Achmad menekan sakelar dan menghidupkan lampu di rumah seorang warga, Sanisa. Aksi simbolik itu menandai dimulainya aliran listrik resmi ke rumah-rumah warga penerima manfaat program.

Baca Juga: Dinas Pendidikan Batam Terapkan Kebijakan Ketat untuk SPMB 2025

Sanisa tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. “Dulu saya nyambung listrik dari rumah saudara. Bayarnya bisa lebih dari Rp300 ribu per bulan,” ujarnya.

Kini, berkat bantuan BPBL, rumahnya terpasang sambungan listrik 4 Ampere langsung dari PLN. Semua instalasi dan biaya penyambungan ditanggung penuh oleh perusahaan.

“Bulan pertama ini saya cuma bayar Rp180 ribu. Padahal saya pakai mesin cuci, penanak nasi listrik, dan kipas angin nyala terus,” katanya sambil tersenyum. Dengan listrik yang stabil, ia juga berencana memulai usaha kecil dari rumah. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update