Kamis, 29 Januari 2026

17 Ribu Siswa Batam Sudah Terima Makan Bergizi Gratis, Target Capai 57 Ribu di 2025

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Siswa SD di Kota Batam saat menikmati makanan bergizi gratis di sekolah. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mencatat sebanyak 17.217 siswa telah menerima manfaat dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan pemerintah. Program ini tersebar di 23 sekolah di berbagai kecamatan di Batam.

Kepala Disdik Batam, Tri Wahyu Rubianto menjelaskan pelaksanaan MBG di Batam saat ini didukung oleh enam dapur yang telah beroperasi, seluruhnya dikelola oleh pihak swasta. Pemerintah daerah sendiri belum membangun dapur MBG secara langsung.

Adapun enam dapur tersebut tersebar di sejumlah lokasi strategis. Dapur Yayasan Darusholihin beroperasi di Anggrek Mas 1, Batamkota dan Greenland, Batamkota. Sementara Dapur Yayasan Yonkenedia berada di kawasan Panbil, Seibeduk.

Dapur lainnya adalah Sinergi Inklusi Akses Pangan di Bengkong City, Bengkong, serta Dapur Yayasan Darusholihin di Kampung Melayu Batubesar, Nongsa dan Dapur Yayasan Mataram Jaya Sentosa di Tiban, Sekupang.

Satgas Pangan dan Gizi (SPPG) tidak membangun dapur secara langsung. Sebaliknya, pembangunan dapur diserahkan kepada Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri sebagai bagian dari skema nasional percepatan program MBG.

Dalam waktu dekat, Polresta Batam akan membangun dua dapur di wilayah Seibeduk. Selain itu, Badan Intelijen Negara (BIN) juga akan mendirikan dua dapur, masing-masing di Nongsa dan Batam Luar Pagar (BLP). Kodim 0316/Batam dijadwalkan membangun dapur di kawasan Lubukbaja dan Batamkota. Namun, semua dapur tersebut saat ini masih dalam tahap persiapan.

Secara nasional, pemerintah menargetkan pembangunan 1.500 dapur MBG sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut dibagi antara Pemda, TNI, dan Polri agar proses percepatan lebih optimal.

Tri menyebutkan, pada Desember 2025 mendatang, program MBG ditargetkan dapat menjangkau 82 juta siswa di seluruh Indonesia. Di Batam sendiri, banyak pelaku UMKM telah secara aktif mendaftar untuk menjadi bagian dari pelaksana program.

“Kalau di-ACC, maka mereka bisa mulai beroperasi pada 21 April 2025,” ujarnya, Sabtu (12/4).

Berdasarkan perhitungan tim MBG, satu dapur mampu melayani maksimal 3.500 siswa. Dengan target pembangunan 20 dapur hingga akhir 2025, maka program MBG di Batam diproyeksikan menjangkau sekitar 57 ribu siswa atau sekitar 19 persen dari total peserta didik.

Pemko Batam pun telah mengajukan permohonan lahan ke Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendukung pembangunan dapur MBG tambahan.

“Kami terus berkoordinasi dengan BGN agar mitra-mitra kami bisa memenuhi persyaratan operasional MBG di Batam,” kata Tri.

Ia menambahkan, animo masyarakat, terutama dari kalangan UMKM, sangat tinggi untuk terlibat dalam program MBG. Meski demikian, para pendaftar masih harus melalui proses verifikasi dan validasi oleh BGN.

Hingga kini, 23 sekolah yang sudah menerima manfaat MBG antara lain SDN 005 Sekupang, SDN 004 Sekupang, SMP Negeri 16 Batam, SDN 009 Seibeduk, TK Ar-Rasyid Seibeduk, SDN 008 Seibeduk, SDN 005 Seibeduk, SD Miftahul Hasanah, SDN 008 Nongsa, dan SDN 002 Nongsa.

Selain itu, SMP Putra Persada Nongsa, SDN 010 Bengkong, SDN 003 Bengkong, SMP Negeri 30 Batam, SDN 006 Bengkong, SMP Negeri 10 Batam, SDN 005 Batamkota, SMP Negeri 6 Batam, SMP Negeri 31 Batam, SMP Negeri 12 Batam, SDN 007 Batamkota, SDN 003 Batamkota, serta SD-IT Al-Farabi juga termasuk penerima program MBG. (*)

Reporter: Arjuna

Update