Jumat, 9 Januari 2026

288 Kasus DBD di Batam hingga 19 Juni, Satu Meninggal Dunia, Dinkes Imbau Waspada Jelang Musim Hujan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi.

batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sebanyak 288 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Batam sejak Januari hingga 19 Juni 2025. Dari jumlah tersebut, satu orang pasien dinyatakan meninggal dunia akibat DBD.

Korban meninggal adalah seorang laki-laki berusia 52 tahun, warga Belian, yang merupakan wilayah kerja Puskesmas Botania. Ia sempat mendapatkan perawatan medis, namun kondisi yang sudah berat membuat nyawanya tak tertolong.

“Hingga 19 Juni ini ada satu orang meninggal dunia,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, Jumat (20/6).

Meski demikian, jumlah kasus tahun ini menunjukkan penurunan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sepanjang tahun 2024, Batam mencatat 871 kasus DBD dengan 6 kasus kematian, sementara pada 2023 tercatat 392 kasus.

“Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, ini sudah turun cukup tajam. Artinya, langkah-langkah pengendalian yang dilakukan bersama masyarakat dan lintas sektor mulai menunjukkan hasil,” ujar dr. Didi.

Penurunan juga terlihat dari angka incidence rate (IR) atau angka kejadian per 100 ribu penduduk. Tahun 2025, IR tercatat 21,46 per 100 ribu penduduk, menurun tajam dari IR tahun 2024 yang mencapai 68,21 per 100 ribu penduduk.

Namun, Didi menegaskan bahwa penurunan angka kasus bukan alasan untuk lengah. Sebaliknya, kewaspadaan harus ditingkatkan, terutama menjelang puncak musim hujan yang kerap menyebabkan lonjakan kasus DBD.

“Fokus kita adalah pencegahan. Kami terus mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3M Plus. Menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas, dan mencegah gigitan nyamuk,” jelasnya.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga menggencarkan upaya pengasapan (fogging) fokus di lokasi temuan kasus, pemantauan jentik melalui kader jumantik, serta edukasi berkelanjutan ke masyarakat.

“DBD bisa dicegah dengan tindakan sederhana di rumah. Tapi saat gejala muncul, seperti demam tinggi mendadak, nyeri otot, mual, dan muncul bintik merah di kulit, segera periksa ke fasilitas kesehatan terdekat,” tegas Didi.

Dinas Kesehatan Kota Batam akan terus melakukan monitoring kasus DBD secara aktif, serta mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh puskesmas dan instansi terkait dalam menekan angka penyebaran penyakit tersebut di sisa tahun 2025. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update