
batampos – Polemik penerimaan peserta didik baru (PPDB) hampir terjadi setiap tahunnya. Dimana salah satu faktornya daya tampung sekolah negeri yang terbatas, sementara jumlah anak usia sekolah banyak.
Karena itu, untuk tahun ini pemerintah Kota Batam tidak hanya menyiapkan subsidi SPP bagi anak dari keluarga kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri, tetapi juga berupaya agar sekolah swasta dapat menyesuaikan biaya bagi siswa penerima bantuan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto di Batam mengatakan Pemko Batam akan menyiapkan bantuan SPP sekolah swasta untuk anak yang tidak diterima di sekolah negeri dan tidak mampu. “Insya Allah saat SPMB tahun ini,” ujar Tri, Minggu (16/3).
Menurut dia, tidak semua anak yang hendak masuk SD Swasta dan SMP Swata di Batam mendapat bantuan. Yang mana bantuan, akan diberikan kepada anak dari keluarga tidak mampu.
“Alokasi anggaran bantuan SPP sekolah swasta sebesar Rp300 ribu untuk SD dan Rp400 ribu untuk SMP. Namun khusus anak tidak mampu. Untuj tahap awal selama 6 bulan,” tegas Tri.
Masih kata Tri, teknis penerapan pola bantuan SPP sekolah akan dibahas dengan satuan pendidikan swasta. Mengingat bantuan tersebut ditujukan pada siswa yang tidak mampu, maka SPP ini diharapkan senilai dengan yang Disdik tetapkan. Sehingga siswa tidak mampu tak perlu lagi membayar uang SPP.
“Kalau di sekolah itu biaya SPP-nya Rp500 ribu. Maka yang disubsidi Rp300 ribu, mereka masih harus bayar Rp200 ribu. Kami akan minta khusus untuk anak yang tidak mampu ini juga hanya Rp300 ribu. Yan anak lainnya tetap normal saja (bayar SPP),” kata Tri.
Masih kata Tri, alokasi bantuan yang diberikan untuk bantuan SPP seku subsidi untuk sekolah swasta diperuntukan sekitar 3.827 siswa SD dan 2.500 siswa SMP. Angka ini muncul, setelah menyandingkan jumlah siswa SD Negeri dan Swasta.
“Kami menyandingkan jumlah siswa SD negeri dan swasta diprosentasikan, maka sisanya adalah anak yang kemungkinan tidak tertampung. Dari jumlah itu kami alokasikan 40 persen, dari 3.827 itu 40 persen SD akan kami bantu subsidi SPP-nya,” ujar Tri.
Sedangkan untuk besaran anggaran bantuan SPP siswa tidak mampu diperkirakan Rp 12 miliar. Namun untuk kepastian anggaran masih belum tahap finalisasi. (*)
Reporter: Yashinta



