
batampos – Sejumlah warga Bengkong dan Batuampar menjerit karena tak mendapatkan suplai air bersih selama tiga hari.
Informasi yang di dapat Batam Pos, tak mengalirnya air dikarenakan adanya perbaikan pipa yang bocor. Sehingga aliran air di rumah-rumah pelanggan khususnya di kawasan Bengkong dan Batuampar terhenti.
Mirisnya, informasi yang diterima jika proses perbaikan atas aktivitas perbaikan pipa air akan berlangsung selama satu minggu. Informasi itu tentunya membuat sejumlah warga makin panik.
Baca Juga: Ada Kebocoran Pipa, SPAM Batam Sampaikan Permohonan Maaf
Murni warga Tanjungsengkuang, Batuampar, mengaku panik karena air di rumahnya tak mengalir sudah beberapa hari. Padahal, air merupakan kebutuhan primer utnuk kehidupan sehari-hari.
“Sudah hampir empat hari air tak mengalir, semua aktivitas di rumah jadi terganggu,” ujar Murni.
Dikatakannya, untuk mandi ia bersama keluarganya terpaksa menumpang ke rumah saudara di Batamcenter. Sebab, stok air di rumah sudah tidak ada lagi.
Baca Juga: Hujan Deras, Perumahan di Tanjunguncang Terendam Banjir
“Untuk buang air kecil kami pakai air galon. Yang pusingnya itu kalau BAB, kami terpaksa tahan-tahan, karena butuh air cukup banyak,” terangnya.
Ia berharap informasi terkait masa pemulihan perbaikan selama satu minggu itu tidak benar. Karena tiga hari saja air mati, keluarganya sudah kalang kabut.
“Semoga bisa cepat mengalir, parah banget sampai berhari-hari mati air,” sebutnya.
Baca Juga: Menanti Keberanian Wali Kota Mengajukan Satu Usulan Angka UMK Batam 2023
Hal senada diungkapkan Agus, warga Bengkong. Ia juga merasakan dampak dari air tak mengalir. Hal itu diperburuk dengan sulitnya mendapatkan air galon isi ulang.
“Sudah air mati, air isi ulang juga susah didapat. Parah banget kali ini,” jelasnya.
Menurut dia, matinya air sampai berhari-hari sudah sangat keterlaluan. Sebab sebagai pelanggan ia termasuk yang patuh bayar tagihan tepat waktu.
Baca Juga: Pemandu Lagu Ditemukan Tewas di Tanjungsengkuang
“Di daerah lain aman-aman saja. Seumur-umur di Batam, baru kali ini merasakan air mati sampai berhari-hari,” terangnya.(*)
Reporter: Yashinta



