BATAMPOS – Selat Singapura yang padat dilalui kapal berbagai jenis dan ukuran terus menjadi incaran lanun alias bajak laut. Bahkan, dalam dua hari di Agustus ini saja, tiga kapal kargo dirompak.
Perompakan ini diinformasikan Fusion Centre, sebuah fasilitas regional yang diselenggarakan oleh Angkatan Laut Singapura dan juga dilansir Channel News Asia. Perompakan ini terjadi pada 8-9 Agustus lalu.
Kapal yang dirampok yakni satu kapal kargo berbendera Siprus, dan dua kapal lainnya berbendera Liberia. ”Mayoritas insiden melibatkan kapal kargo, kapal tunda, dan tongkang dengan freeboard rendah dan kecepatan lambat. Insiden itu terjadi pada jam-jam gelap,” tulis pernyataan Fusion Centre.
Selat Singapura merupakan salah satu jalur komersial tersibuk di dunia saat ini. Namun, dalam beberapa tahun terakhir mengalami lonjakan perompakan.
”Sebagian besar insiden yang dilaporkan adalah kasus pencurian kecil-kecilan, yang melibatkan pelaku yang melarikan diri setelah terlihat oleh kru,” sambung pernyataan Fusion Centre.
Pusat informasi tersebut juga menyebutkan, dalam aksinya, para pelaku dileng-kapi senjata seperti pistol, pisau, dan parang. Namun, hingga saat ini para pelaku belum berhasil ditangkap aparat.
Saat ini, perompakan di Selat Singapura menyumbang 65 persen dari jumlah total insiden di Asia. Data dari Perjanjian Kerja Sama Regional tentang Pemberantasan Pembajakan dan Perampokan Bersenjata terhadap Kapal di Asia (ReCAAP) Berbagi Informasi Pusat (ISC), tahun 2022 perompakan di Selat Singapura mencapai 50 insiden. Angka ini naik dibandingkan 2021 dengan 49 kejadian. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI

