Senin, 26 Januari 2026

3 Pejabat Negara Sambangi Batam, Tapi Apa Dampaknya? 

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Amsakar saat menyambut kedatangan Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman ke Batam. (Pemko Batam untuk Batam Pos)

batampos – Dalam dua hari berturut-turut, Kota Batam kedatangan tiga pejabat tinggi negara, yakni Menteri Transmigrasi, Panglima TNI, dan Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi.

Kota ini menjadi pusat perhatian nasional, tetapi pertanyaan krusial menggantung: apakah gelombang kunjungan elite ini akan berdampak nyata pada percepatan pembangunan di Batam?

Menteri Transmigrasi, Muhammad Iftitah Sulaiman tiba lebih dahulu pada Senin (2/6) kemarin, membawa agenda penguatan sinergi pembangunan antarwilayah, khususnya kawasan perbatasan dan kepulauan. Sehari berselang, Jenderal TNI, Agus Subiyanto dan Wamen Investasi, Todotua Pasaribu, menyusul dengan agenda yang tak kalah penting, yaitu penguatan pertahanan dan peresmian investasi sektor pariwisata premium.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyambut langsung ketiganya. Kunjungan tersebut sebagai sinyal kuat dukungan pusat terhadap pembangunan Batam.

“Komitmen ini menjadi motivasi bagi kami di daerah,” katanya.

Akan tetapi, dalam sambutan dan pernyataan normatif itu, tersirat pertanyaan mengenai esensi kunjungan-kunjungan itu. Apakah ini akan mempercepat penyelesaian persoalan mendasar seperti ketimpangan infrastruktur, pengelolaan lahan, hingga kepastian investasi yang masih sering tersendat?

Selama bertahun-tahun, Batam sering jadi lokasi kunjungan pejabat pusat dengan janji besar, mulai dari penguatan ekonomi digital, FTZ yang lebih optimal, hingga kawasan investasi kelas wahid. Namun, banyak di antaranya masih jalan di tempat atau tersendat di level koordinasi lintas lembaga.

Kunjungan Menteri Transmigrasi, misalnya, membawa isu strategis tentang pembangunan wilayah kepulauan dan integrasi transmigrasi. Tapi di Batam sendiri, isu transmigrasi tak pernah menjadi prioritas utama, sementara penataan pemukiman dan maraknya rumah liar (ruli) terus jadi masalah akut.

Begitu pula kehadiran Panglima TNI. Meski strategis dalam konteks pertahanan wilayah perbatasan, tak ada sinyal pergeseran kebijakan nyata.

Wamen Investasi meresmikan Hotel The Westin Nirup Island, simbol investasi premium baru di Batam. Tapi kawasan itu sendiri selama ini dikenal tertutup bagi publik dan hanya bisa diakses kalangan terbatas.

Kunjungan tiga pejabat pusat ini bisa menjadi titik balik, atau sekadar catatan tamu baru dalam daftar panjang seremoni pembangunan di Batam. (*) 

Reporter: Arjuna

Update