Rabu, 14 Januari 2026

3 Pemancing Terjebak Air Pasang di Tanjung Sengkuang, 1 Tenggelam dan Hilang

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Tim Basarnas melakukan pencarian pemancing yang hilang di Perairan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Minggu (1/6) siang.

batampos – Seorang pemancing, Sugeng Riyadi dilaporkan hilang saat memancing di Perairan Tanjung Sengkuang, Batu Ampar, Minggu (1/6) siang. Pria 27 tahun ini terseret arus laut dan hingga kini masih proses pencarian.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang, Fazzli, melalui Danpos Basarnas Batam, Dedius Sembiring, mengatakan kejadian ini bermula saat korban bersama dua rekannya Waluyo, 43, dan Ferris 38 memancing sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketiganya berjalan kaki ke tengah laut pada saat air surut sekitar pukul 10.00 WIB. Lokasi kejadian berada di koordinat 01° 9.998’ N – 103° 59.689’ E atau sekitar 6,3 mil laut dari Dermaga Basarnas Batam, dengan radial 61°.

Baca Juga: TKA Ilegal di Proyek Opus Bay Batam: Masyarakat Desak Pengawasan Diperketat

“Sekitar pukul 12.00 WIB, ketiganya terjebak air pasang dan memutuskan untuk berenang kembali ke darat,” ujarnya.

Dedius menjelaskan saat berenang tersebut, Waluyo dan Ferris berhasil mencapai daratan. Sedangkan Sugeng diduga tenggelam dan dinyatakan hilang.

“Satu orang atas nama Sugeng Riyadi diduga kehabisan tenaga dan tenggelam,” katanya.

Dedius mengaku baru menerima laporan kejadian ini pada pukul 15.58 WIB. Kemudian pihaknya bersama TNI AL melakukan pencarian menggunakan satu unit Rescue Dmax, satu set alat komunikasi, satu set peralatan selam, drone thermal, dan satu set tas responde.

Baca Juga: Amsakar Perintahkan Penambahan Bin Kontainer di TPS Tanjunguma

“Cuaca di lokasi dilaporkan dalam kondisi berawan dengan arah angin dari tenggara berkecepatan antara 7 hingga 11 knot. Arus laut bergerak ke arah timur, dengan tinggi gelombang antara 0,5 hingga 1,25 meter,” ungkapnya.

Dengan kejadian ini, Dedius mengimbau masyatakat yang melakukan aktivitas di laut untuk tetap waspada. Sebab, saat ini dinamika cuaca tidak menentu.

“Waspada terhadap kondisi cuaca yang cepat berubah, serta memperhatikan keselamatan diri saat beraktivitas di laut,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Update