
batampos – Pihak Kelurahan Rempang Cate mencatat sudah ada 16 Kepala Keluarga (KK) dari kampung tua Pasir Panjang yang pindah ke Batam pada, hingga Senin (9/10). Mereka tersebar di wilayah Batuaji dan Sagulung.
Sebagian memilih kontrakan sendiri dan sebagian lagi tinggal di ruko Buana Central Park yang disediakan pemerintah.
“Semalam ada empat keluarga lagi yang pindah. Jadi total dari Pasir Panjang sudah 16 KK,” ujar Kasi Trantib Kelurahan Rempang Cate Agus Sofyan.
Baca Juga: Lima KK Warga Rempang Pindah ke Nongsa, Nyaman Karena Dapat Tempat Tinggal Lebih Layak
Pihak Kepolisian Batuaji juga menyampaikan data yang sama. Masyarakat Pasir Panjang sudah masuk ke wilayah hukum Polsek Batuaji sudah mencapai belasan kepala keluarga.
“Sekitaran 14 KK yang sudah pindah. Kita bantu mereka,” ujar Kapolsek Batuaji AKP Sandy Pratama Putra.
Proses pemindahan akan terus dilakukan secara bertahap oleh pemerintah dengan harapan lokasi yang akan dijadikan kawasan pengembangan Rempang Eco City segera dibebaskan.
Sementara dari Masyarakat yang sudah pindah mengaku belum puas hati dengan proses pemindahan masyarakat Rempang Cate yang kampung mereka masuk dalam kawasan pengembangan. Itu karena baru sebagian kecil yang dipindahkan.
Masih sangat banyak masyarakat yang belum dipindahkan sekalipun sudah masuk dalam daftar yang bersedia pindah atau direlokasi.
Baca Juga: Waspada Virus Nipah, Didi Imbau Warga Tak Makan Buah Bekas Gigitan Kelelawar
“Total kemarin yang daftar itu 317 kepala keluarga. Ini baru belasan yang sudah pindah. Masih banyak lagi yang belum. Mohon ini segera dituntaskan. Pemerintah yang minta supaya pindah tapi giliran masyarakat daftar malah ditarik ulur. Jangan sampai muncul masalah lain lagi,” ujar Yana, warga Pasir Panjang yang pindah ke Ruko Buana Central Park, Batuaji.
Dalam proses pemindahan ini, pemerintah diharapkan bergerak cepat dengan mereka yang sudah bersedia pindah. Ini untuk menghindari bentrokan dengan warga lain yang sejak awal menolak relokasi.
“Karena yang daftar (mau direlokasi) dianggap pengkhianat oleh mereka yang menolak direlokasi. Jangan sampai ada masalah lagi antara sesama warga di sana. Sebaiknya segera dipindahkan semua yang sudah daftar itu. Kami selalu komunikasi setiap hari dan mereka yang belum dipindahkan jadi bullyan masyarakat yang menolak direlokasi,” terang Yana.(*)
Reporter: Eusebius Sara



