Selasa, 27 Januari 2026

4 Juni 2025, Jemaah Haji Embarkasi Batam Mulai Bergerak ke Arafah

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Keberangkatan Kloter Pertama Calon Jemaah Haji (CJH) Embarkasi Batam yang dilayani melalui Bandara Internasional Hang Nadim. Foto. PT BIB untuk Batam Pos.

batampos – Puncak ibadah haji segera tiba. Jemaah haji dari Embarkasi Batam dijadwalkan mulai diberangkatkan ke Arafah pada 8 Zulhijjah atau Rabu, 4 Juni 2025, untuk menjalani puncak haji yakni Wukuf di Arafah pada Kamis, 5 Juni 2025.

“Insyaallah Rabu ini jemaah mulai bergerak. Kamis mereka akan melaksanakan Wukuf di Arafah,” ujar Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, H. Zoztafia, Selasa (3/6).

Zoztafia menyampaikan bahwa Kementerian Agama (Kemenag) terus melakukan konsolidasi data dan mematangkan skema keberangkatan agar seluruh jemaah dapat menjalani rangkaian ibadah dengan lancar.

“Seluruh kloter dari Embarkasi Batam sudah mengikuti rapat koordinasi akhir. Tim PPIH juga telah melaksanakan rapat pengecekan akhir persiapan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina) di Sektor 1 Makkah yang dipimpin Kakanwil Kemenag Kepri dan Riau,” jelasnya.

Tiga skema mobilisasi telah disiapkan untuk mengatur pergerakan jemaah menuju Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Skema pertama adalah pergerakan reguler, di mana jemaah diberangkatkan dari Makkah ke Arafah untuk Wukuf, kemudian selepas Magrib menuju Muzdalifah untuk mabit (bermalam), dan selanjutnya ke Mina untuk mabit hingga 12 atau 13 Zulhijjah.

Skema kedua yaitu Murur, di mana setelah Wukuf di Arafah, jemaah langsung melintasi Muzdalifah tanpa turun dari bus dan langsung menuju Mina.

Sementara skema ketiga adalah Tanazul, ditujukan bagi jemaah yang akan melempar jumrah pada 10 Zulhijjah dan kemudian kembali ke hotel tanpa kembali ke tenda Mina. Skema ini diikuti oleh jemaah yang tinggal di hotel sekitar Syisyah dan Raudhah, dan mereka tetap akan kembali ke Jamarat untuk melaksanakan lempar jumrah Ula, Wustha, dan Aqabah pada 11, 12, dan 13 Zulhijjah.

“Skema Murur dan Tanazul ini diterapkan untuk mengurangi kepadatan di Muzdalifah dan Mina. Skema ini telah melalui kajian mendalam dan dinyatakan tidak menyalahi syariat,” kata Zoztafia.

Bagi jemaah lansia, disabilitas, dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid), pemerintah menyiapkan Safari Wukuf Khusus. Layanan ini memberikan fasilitas pengawalan dari tenaga medis, pendamping ibadah, serta hotel transit agar jemaah tetap bisa menjalankan rukun haji secara aman dan layak.

Zoztafia memastikan, pada 9 Zulhijjah atau 5 Juni 2025, seluruh jemaah sudah berada di Arafah untuk melaksanakan Wukuf. Setelah itu, jemaah akan bergerak menuju Muzdalifah mulai pukul 19.00 WAS untuk melanjutkan rangkaian ibadah haji. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update