
batampos – Kepri tidak hanya dikenal dengan destinasi wisata yang memikat, tetapi kuliner khas yang membuat wisatawan penasaran. Beberapa nama kuliner ini memiliki nama yang aneh di telinga pendatang.
Nama aneh ini menjadi ciri khas kuliner Kepri, termasuk di kota Batam yang tidak dimiliki daerah lain. Walaupun namanya aneh, rasa kuliner ini tetap enak.
Ini 5 kuliner Kepri dengan nama aneh di telinga wisatawan:
1. Gonggong
Gonggong adalah kerang laut (laevistrombus canarium) khas Kepulauan Riau. Kuliner satu ini dihidangkan dengan cara direbus dan disantap bersama sambal pedas.
Nama gonggong muncul karena hewan ini sering ditemukan berlimpah di pesisir saat air laut surut. Cangkangnya menumpuk dan terbentuk ombak dan menghasilkan bunyi dentingan logam.
2. Luti gendang
Makanan satu ini merupakan roti berisi ikan tongkol suwir yang dimasak dengan bumbu pedas manis. Luti dalam bahasa Melayu berarti roti. Gendang berasal dari kata gandong dalam bahasa Melayu lama yang artinya isi.
3. Mie lendir
Mie lendir memiliki nama yang membuat wisatawan mengernyitkan dahi. Mie kuning dengan campuran kuah kacang tanah, ubi, serta bumbu rempah memiliki cita rasa manis, gurih, dan pedas. Mie lendir berasal dari kebiasaan kuliner masyarakat Melayu pesisir yang suka menyajikan hidangan mie dengan kuah kacang manis gurih.
4. Teh obeng
Minuman ini memiliki nama unik. Teh obeng adalah istilah dari bahasa Hokkian Tionghoa yang digunakan di Batam dan daerah pesisir Kepulauan Riau.
Kata “o” dalam dialek Hokkian berarti hitam (merujuk pada teh), dan “peng” berarti es. Karena pengucapan lidah lokal, “o peng” terdengar dan berubah jadi “obeng”. Teh obeng dianggap minuman khas Batam dan Kepulauan Riau, meskipun hanya es teh manis.
5. Kopi O
Kopi O berasal dari dialek Hokkian, berarti hitam. Istilah ini dipakai untuk menyebut kopi tubruk atau kopi tanpa campuran susu.
Tradisi minum kopi O dibawa oleh perantau Tionghoa yang membuka kopitiam (kedai kopi di Batam, Tanjung Pinang, Singapura, dan Malaysia. Kopi O biasanya menggunakan kopi robusta lokal.
Nama-nama kuliner di atas memang terdengar aneh, tetapi menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Jika berkunjung ke Batam, jangan ragu mencicipinya. (*)
Reporter: Juliana Belence



