
batampos – Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Batam hingga 21 September 2025 tercatat mencapai 525 kasus dengan dua orang meninggal dunia. Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam menunjukkan angka ini lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2024 lalu yang mencapai 871 kasus dengan 14 kematian.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan tren DBD di Batam cenderung meningkat pada musim hujan. Kondisi ini dipengaruhi banyaknya genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.
“Musim hujan biasanya ada kecenderungan peningkatan kasus DBD. Karena itu kami minta masyarakat lebih waspada,” ujar Didi, Selasa (23/9).
Laporan pemantauan DBD mencatat, puncak kasus terjadi pada Juli dengan 112 laporan, disusul Agustus sebanyak 85 kasus. Sedangkan pada September tercatat 26 kasus hingga tanggal 21.
Dari sebaran wilayah, Kecamatan Sagulung menjadi yang tertinggi dengan 97 kasus, diikuti Batamkota 84 kasus, dan Sekupang 76 kasus. Sementara wilayah dengan kasus terendah yaitu Bulang (3 kasus) dan Belakangpadang (2 kasus).
Berdasarkan kelompok umur, anak-anak usia 5–14 tahun paling banyak terserang DBD. Jika dilihat dari jenis kelamin, penderita laki-laki lebih banyak, yakni 292 kasus, sedangkan perempuan tercatat 234 kasus.
Didi menyebutkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah penanggulangan, mulai dari fogging fokus di 270 titik, penyuluhan kesehatan di masyarakat, hingga penguatan kader Jumantik di setiap wilayah. Namun ia menekankan, keberhasilan menekan penyebaran DBD sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat.
“Kami imbau masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara rutin. Caranya dengan menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah air, serta mendaur ulang barang bekas yang bisa menjadi sarang nyamuk. Plus langkah tambahan seperti memelihara ikan pemakan jentik,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat jangan hanya bergantung pada fogging, karena itu bukan solusi jangka panjang. “Yang paling efektif tetap menjaga kebersihan lingkungan agar tidak ada jentik nyamuk yang berkembang,” tegas Didi.
Dengan jumlah kasus yang masih cukup tinggi, Dinkes Batam terus mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



