
batampos – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah atau hari raya Kurban, hewan ternak berupa sapi dan kambing mulai didatangkan dari luar daerah ke Batam. Sebanyak 550 ekor sapi dari NTT diperkirakan akan segera tiba di Batam.
Hewan-hewan kurban yang akan didatangkan dari luar daerah menuju Batam ini sudah melewati sejumlah pemeriksaan kesehatan seperti pengecekan penyakit mulut kuku (PMK).
Ribuan hewan kurban untuk kebutuhan Hari Raya Iduladha itu didatangkan dari beberapa daerah, salah satunya dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Nantinya hewan kurban masih akan berdatangan mendekati Hari Raya Idul Adha pada 29 Juni 2023 ini.
Baca Juga: Sektor Industri Permesinan Tumbuh Positif Ditengah Ancaman Resesi Global
Salah satu Pedagang Hewan Ternak Batam, Musofa, mengatakan, saat ini Asosiasi pedagang di Batam mulai menjemput pasokan hewan kurban ke luar daerah menjelang Idul Adha akhir Juni mendatang.
“Saat ini Kapal Samudra III telah sampai di Belitung diperkirakan tanggal 8 Mei malam akan sampai di Pelabuhan Beton Sekupang, ” ujarnya, saat dihubungi, Minggu (7/5/2023).
Menurutnya, kapal tersebut membawa sebanyak 550 ekor sapi asal Kupang NTT. Sapi tersebut sengaja didatangkan dari NTT karena di daerah tersebut tidak ada PMK.
Baca Juga: KSOP Selidiki 10 Karung Limbah Hitam yang Ditemukan di Pantai Nongsa
“Insyaallah Kupang ngak ada kendala sebab tidak ada PMK, ” tambahnya.
Disinggung mengenai harga sapi kurban apakah mengalami kenaikan mengingat dibawa dari Kupang, Musofa menjawab harga masih sama dan tidak ada kenaikan.
Ia memprediksi hewan kurban ini akan terus berdatangan menjelang idul adha nanti mengingat kebutuhan hewan kurban di Batam tinggi.
Baca Juga: Kapal Ferry MV Queen Star 2 Rute Singapura-Batam Terbakar di Tengah Laut
“Insyallah harga gak ada kenaikan, ” pungkasnya.
Sebelumnya, menyambut hari raya Iduladha atau hari raya kurban, sebanyak 1.700 sapi, dan 2 ribu kambing 1.800 tiba di Kota Batam. Stok hewan kurban masih akan berdatangan mendekati hari raya kurban yang akan jatuh 29 Juni 2023 mendatang.
Saat ini ribuan hewan sudah melewati sejumlah pemeriksaan kesehatan, termasuk pengecekan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat mewabah tahun lalu.
“Hewan kurban yang masuk ke Batam wajib vaksin dan dinyatakan sehat. Hal ini sudah menjadi persyaratan saat memasukan hewan kurban ke Batam,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan, dan Pertanian (DKPP) Batam, Mardanis, Rabu (3/5).
Sapi yang ada di Batam didatangkan dari Lampung dan NTT. Setelah tiba di Batam hewan kurban ini kembali menjalani pemeriksaan kesehatan, guna memastikan kesehatan hewan.
“Misalnya apakah masih ada terindikasi terjangkit penyakit PMK. Sehingga bisa dilakukan penangan sedini mungkin,” ujarnya.
Ia menjelaskan sesuai dengan arahan pusat, syarat pemasukan ternak sapi di antaranya, mengantongi Sertifikat Veteriner yang ditandatangani oleh Pejabat Otoritas Veteriner (POV) daerah asal. Hewan rentan PMK (HRP) yang dilalulintaskan adalah hewan ternak sehat.
Melampirkan hasil uji laboratorium yang terdiri dari uji ELISA PMK SP dengan hasil tfler antibodi seropositif karena ternak sapi yang akan dilalulintaskan sudah divaksinasi.
Hewan/ternak rentan PMK (HRP) yang dilalulintaskan ke Kota Batam wajib ditempatkan di Instalasi Karantina Hewan Sementara milik Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Batam atau tempat isolasi penampungkan khusus temak yang ditentukan/ditunjuk Balai Karantina Pertanian Kelas I Batam.
“Alhamdulillah Batam sudah masuk zona hijau. Sehingga dinyatakan aman untuk mendapatkan pasokan hewan kurban dari luar. Semoga selama pemeriksaan kesehatan kembali, hewan sehat dan tidak ada masalah,” tutupnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



