
batampos – Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita masyarakat Batam saat ini. Sebagian besar dari infeksi saluran pernapasan hanya bersifat ringan seperti batuk dan pilek, namun jika ISPA yang berkelanjutan akan menjadi Pneumonia infeksi paru-paru.
Penyakit ISPA adalah infeksi saluran pernafasan akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran napas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya, seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA sering kali terjadi pada anak karena sistem pertahanan tubuh anak yang masih rendah.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, sepanjang tahun 2023 ini terdapat 16.706 warga Batam terserang ISPA periode Januari-Juni 2023. Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, kasus ISPA terbanyak terjadi pada bulan Maret 2023, yakni sebanyak 3.529 kasus.
Baca Juga: Stok Vaksin di Batam Kosong, Apa Kabar Vaksinasi Covid-19?
ISPA sangat mudah menular dan dapat dialami oleh siapa saja, terutama anak-anak dan lansia. ISPA menimbulkan peradangan di saluran pernapasan, mulai dari hidung hingga paru-paru. Pada sebagian besar kasus, ISPA disebabkan oleh virus dan dapat sembuh sendirinya tanpa pengobatan khusus.
Didi menyebutkan selain ISPA, jika komplikasinya pada anak biasanya radang paru-paru. Dan ini infeksinya bukan lagi pada saluran pernapasan atas. Biasanya jika sudah masuk di radang paru-paru atau dikenal pneumonia memerlukan perawatan medis serta bisa menyebabkan kematian bagi penderitanya.
“Ketika terjadi kompilasi pada anak-anak biasanya itu sudah masuk radang paru-paru (Pneumonia). Dan jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian,” tukas Didi.
Baca Juga: Dinas Bina Marga Gesa Pelebaran Drainase di Batuaji
Dinkes mencatat sepanjang tahun 2023 ini ada sebanyak 436 kasus pneumonia di Batam. Angka ini tidak begitu signifikan bila dibandingkan tahun 2022 lalu yang mencapai 2.765 kasus.
Didi menghimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) guna mencegah terjangkit Pneumonia. Membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun, sebelum dan sesudah beraktivitas. Mengonsumsi makanan bergizi, melakukan istirahat yang cukup, minum vitamin, menggunakan masker di tempat-tempat umum dan berisiko, melakukan imunisasi lengkap pada balita, serta menghindari paparan debu, asap rokok dan polusi.
“Bagi masyarakat yang memiliki keluhan dan gejala infeksi saluran pernafasan disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter, ” himbaunya. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



