
batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam mencatat sepanjang tahun 2022 atau periode Januari sampai 11 September, sebanyak 627 warga Kota Batam terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
Bahkan berdasarkan data Dinas Kesehatan Batam, kasus DBD tertinggi terjadi di Bulan Juli 2022 dengan jumlah 98 kasus DBD. Disusul Agustus 89 kasus dan bulan Januari 2022 dengan 85 kasus DBD.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Batam, Melda Sari, mengatakan, dari jumlah tersebut lima orang di antaranya meninggal dunia akibat demam berdarah tersebut.
“Sepanjang tahun 2022 ada 627 kasus dengan lima orang meninggal dunia,” ujar Melda, Senin (12/9/2022).
Ia menjelaskan, kelima pasien DBD yang meninggal dunia adalah balita. Pertama pasien usia satu tahun warga Mediterania, Batam Kota.
Lalu pasien berusia 4 tahun warga Pelita, Nongsa, dan ketiga warga Kavling Sejunlung berusia 6 bulan. BAlita usia 5 tahun warga Tembesi Makmur dan terakhir balita berusia 1 tahun.
“Ratusan kasus DBD di Kota Batam ini terjadi hampir di seluruh wilayah kecamatan,” tuturnya.
Bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, kasus DBD di tahun 2021 diketahui berjumlah 710 kasus dengan kasus kematiannya sebanyak empat orang.
Sedangkan di tahun 2020 ada 763 kasus dengan kasus kematian tiga orang. Lalu di tahun 2019 ada sebanyak 728 kasus dengan kasus kematian 2 orang.
“Kasus DBD ini bersifat fluktuatif. Di saat musim hujan, penyakit DBD akan meningkat,” tambahnya.
Diketahui sepanjang tujuh bulan terkahir ini, kasus DBD tertinggi terjadi di bulan Juli yakni dengan 98 kasus. Disusul Januari 85 kasus, Februari 65 kasus dan Maret 75 kasus. Selanjutnya pada Juni ada 71 kasus serta sampai dengan 7 Agustus ada 14 kasus.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Kota Batam dalam meminimalisir penyebaran DBD ini. Salah satunya dengan melakukan fogging dan sekaligus mengaktifkan peran juru pemantau
jentik (jumantik) dengan program Gerakan satu rumah satu orang jumantik.
Para jumantik ini akan diberikan sosialisasi dan penyuluhan serta pemahaman. Peran jumantik ini dilakukan di seluruh wilayah seperti diantaranya, edukasi jentik bersama tim Jumantik Bida Ayu Blok G,Kelurahan Mangsang, Sosialisasi Jumantik di BukitBarelang Kelurahan Tanjungpiayu, Pembinaan Jumantik Cilik di Bengkong Mahkota, Bengkong.
Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti.
Nyamuk ini memiliki kebiasaan berbeda dibandingkan dengan nyamuk lainnya. Nyamuk ini lebih aktif pada pagi hingga sore hari dan bersarang di tanaman, dan air bersih.
Gejala demam berdarah diantaranya, demam tinggi terus menerus, suhu badan sekitar 39 – 40 derajat celcius dan menyebabkan sakit kepala pada penderita tanpa disertai batuk-batuk, mual, pegal atau nyeri sendi, dan munculnya bintik-bintik merah.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



