
batampos – Dinas Kesehatan Kota Batam menyebutkan sebanyak 7.190 siswi di kota Batam sudah mendapatkan vaksinasi human papillomavirus vaccine (HPV) dosis pertama. Angka ini mencapai 58,97 persen dari sasaran capaian vaksin.
“Alhamdulillah hingga September 2023 sudah 7.190 siswi SD divaksin HPV,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmarjadi, Kamis (5/10).
Menurut dia, vaksinasi HPV bertujuan untuk membantu melindungi anak perempuan dari infeksi penyebab kanker leher rahim (serviks). Layanan vaksinasi HPV diberikan secara gratis di sekolah-sekolah tersebut sebagai salah satu upaya pemerintah melindungi masyarakat dari virus tersebut.
Baca Juga: Pembelian Beras di Ritel Dibatasi, Disperindag: Tak Berlaku di Batam
Pemberian vaksin HPV ini dalam rangka Bulan Imunisasi Anak (BIAS) 2023 ini bertujuan untuk mencegah kanker leher rahim pada anak perempuan yang efektif diberikan sejak usia dini. Adapun jumlah sasaran vaksinasi HPV sebanyak 11.990 anak.
Ia menjelaskan pemberian imunisasi HPV diberikan pada anak perempuan pada usia kelas 5 SD untuk dosis pertama dan usia kelas 6 SD untuk dosis kedua dengan interval dua belas bulan. Pada bulan Agustus di Batam telah dimulai pemberian vaksin HPV ini untuk anak perempuan kelas 5 SD sederajat.
Pencegahan kanker leher rahim, kata Didi, akan semakin efektif jika dibarengi dengan upaya proteksi spesifik dengan memberikan dua dosis imunisasi HPV dengan interval enam hingga 12 bulan. Dimana menurutnya, sebanyak 95 persen kanker leher rahim disebabkan oleh infeksi HPV dan biasanya terjadi pada perempuan usia khususnha pada usia reproduksi.
Baca Juga: Kasus Prostitusi Online Melibatkan Anak, Kasat Reskrim: Lagi Kita Lidik
“Ada lebih 100 tipe HPV dan sekitar 40 tipe dapat menginfeksi area genital. Tipe yang paling sering menyebabkan kanker leher rahim, kanker vulva vagina, pre-kanker anal, kanker penis, dan kanker orofaring, adalah tipe 16 dan 18. Sedangkan tipe 6 dan 11 paling sering sebabkan kutil kelamin,” ujarnya.
Kanker ini dapat dicegah dengan imunisasi HPV dan saat ini program nasional pencegahan kanker leher rahim yang sudah dilaksanakan adalah deteksi dini kanker leher rahim dengan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA). (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



