
batampos – Program pinjaman bunga 0 persen hasil kerja sama Pemko Batam dan Bank Tabungan Negara (BTN) diserbu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hingga 31 Agustus 2025, tercatat 741 berkas permohonan masuk, namun baru 11 pemohon yang sudah menandatangani akad kredit.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim, menyebut total 248 berkas lolos ke tahap verifikasi lanjutan. Sementara 477 lainnya dinyatakan gugur karena berbagai alasan. Paling banyak karena masalah kolektibilitas atau tunggakan di riwayat kredit lama, yakni sebanyak 304 berkas.
Selain itu, 61 pemohon diketahui berpindah lokasi usaha dan tidak punya tempat tetap, 50 berasal dari luar Batam, 17 tidak termasuk dalam 10 sektor prioritas BTN, 12 tidak memenuhi batas usia, 28 punya riwayat kredit di atas suku bunga KUR, dan 5 lainnya memilih mundur.
Program ini menawarkan pinjaman maksimal Rp20 juta per UMKM dengan tenor hingga dua tahun. Bunga pinjaman sepenuhnya disubsidi Pemko Batam, sehingga pelaku usaha hanya membayar pokok pinjaman.
Syaratnya cukup mudah: pemohon wajib memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) mikro, KTP Batam, serta bukan ASN, TNI, Polri, atau pegawai BUMN/BUMD.
Dari data pengajuan, sektor kuliner dan jasa menjadi penyumbang terbanyak. “Dua sektor ini memang paling dominan. Harapannya, pelaku usaha bisa lebih cepat mengembangkan usahanya,” kata Salim, Kamis (11/9).
Meski baru belasan UMKM yang menikmati pencairan, Pemko Batam optimistis program ini akan memperkuat daya saing UMKM lokal dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



