
batampos – Sebanyak 800 kilogram sampah diangkut dari beberapa titik di tiga kelurahan, Nongsa, Jumat (30/5), dalam kegiatan Pekan Bersih. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah kecamatan, masyarakat setempat, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), yang melakukan gotong royong membersihkan sampah liar.
Camat Nongsa, Arfandi, mengatakan dalam kegiatan tersebut ada enam unit mobil pikap untuk mengangkut sampah yang dikumpulkan dari tiga kelurahan, yakni Kelurahan Batu Besar, Sambau, dan Kabil. Gotong royong dilakukan sejak pagi hari, dimulai pukul 08.00 hingga 11.00 WIB.
“Alhamdulillah, dalam tiga jam kegiatan, kami berhasil mengangkut sekitar 800 kilogram sampah dari lokasi-lokasi yang selama ini menjadi titik pembuangan liar. Ini bukti bahwa dengan kolaborasi, kita bisa wujudkan lingkungan yang lebih bersih,” ujar Arfandi.
Baca Juga: 82 Bangunan Ilegal di Sepanjang Jalan Tengku Sulung Batam Kota Akan Ditertibkan
Ia menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tindak lanjut dari arahan Wali Kota Batam untuk menciptakan jalanan bebas sampah dan lingkungan yang lebih sehat. Menurutnya, pengelolaan persampahan di Batam terbagi atas dua skema.
Untuk wilayah berskala besar seperti pasar dan pertokoan yang mencakup lebih dari 500 kepala keluarga, pengelolaan dilakukan oleh Pemerintah Kota Batam. Sementara untuk wilayah pemukiman kecil seperti kavling yang berisi sekitar 100 kepala keluarga, pengelolaan sampah berada di bawah koordinasi kecamatan.
“Kami di kecamatan fokus pada skala pemukiman. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri karena kesadaran warga menjadi kunci keberhasilan pengelolaan sampah di lingkungan,” jelasnya.
Pembersihan difokuskan di sejumlah titik rawan sampah liar. Di Kelurahan Batu Besar, gotong royong dilakukan di jalan sebelum Puskesmas Kampung Jabi dan sekitar Perumahan Devely. Sementara di Kelurahan Sambau, kegiatan difokuskan di sekitar Vihara Sambau dan Simpang Teluk Mata Ikan. Di Kelurahan Kabil, aksi bersih-bersih berlangsung di depan gerbang Kampung Tua Telaga Punggur.
Arfandi menekankan bahwa sampah liar yang dibiarkan dapat merusak estetika kota dan menimbulkan potensi gangguan kesehatan serta banjir. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Baca Juga: Pelajar Bawa Motor ke Sekolah, Warga dan Aparat Khawatirkan Keselamatan di Jalan Raya
“Kegiatan ini bukan hanya soal membersihkan, tapi juga soal menumbuhkan budaya hidup bersih. Kami ingin masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan. Mari kita rawat lingkungan kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi keterlibatan para mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di Kecamatan Nongsa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa menjadi energi tambahan sekaligus penggerak dalam membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kecamatan Nongsa berkomitmen untuk terus menggelar kegiatan serupa secara berkala dan meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda, Nongsa menargetkan menjadi salah satu kecamatan terbersih di Kota Batam. (*)
Reporter: Yashinta



