Kamis, 8 Januari 2026

89.767 Pendatang Masuk Batam Sepanjang 2024, Didominasi Usia Produktif

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ilustrasi. Penumpang kapal Pelni saat tiba di Batam beberapa waktu lalu. Disdukcapil Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2024, sebanyak 89.767 jiwa masuk ke Kota Batam melalui 52.194 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Rinciannya, 70.499 orang perempuan dan 19.268 laki-laki. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam mencatat, sepanjang tahun 2024, sebanyak 89.767 jiwa masuk ke Kota Batam melalui 52.194 Surat Keterangan Pindah Warga Negara Indonesia (SKPWNI). Rinciannya, 70.499 orang perempuan dan 19.268 laki-laki.

Plt Kepala Disdukcapil Kota Batam, Ashraf Ali, mengatakan jumlah penduduk yang masuk ke Kota Batam masih lebih tinggi dibandingkan yang keluar. Tercatat, penduduk yang keluar Batam berjumlah 65.171 jiwa melalui 32.813 SKPWNI, dengan rincian 32.254 laki-laki dan 32.917 perempuan.

“Jumlah pendatang yang masuk memang lebih banyak dibanding yang pindah keluar. Sebagian besar yang masuk ke Batam ini adalah usia produktif yang datang ke Batam untuk mencari pekerjaan,” kata Heryanto, Jumat (6/12).

Menurutnya, perpindahan penduduk ke Batam dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kesempatan kerja yang besar, penempatan tugas, mengikuti keluarga, atau pun melanjutkan pendidikan. Kota Batam, sebagai kawasan industri dan perdagangan yang berkembang pesat, menjadi daya tarik bagi pendatang, terutama dari Pulau Sumatera dan Jawa.

Lebih lanjut, Ashraf menjelaskan bahwa pendatang yang masuk ke Batam didominasi oleh warga dari Pulau Sumatera, terutama dari Provinsi Sumatera Utara, Riau, dan Sumatera Barat. Sementara itu, warga yang pindah keluar Batam umumnya menuju wilayah-wilayah di luar Pulau Sumatera serta beberapa kabupaten/kota di Provinsi Kepulauan Riau.

Heryanto menambahkan bahwa beberapa kecamatan di Batam mengalami peningkatan dalam jumlah pendatang. Kecamatan Sekupang mencatat jumlah pendatang terbesar dengan 15.691 orang, disusul Kecamatan Batam Kota dengan 15.503 orang, dan Kecamatan Sagulung dengan 15.088 orang.

Sementara itu, Kecamatan Batam Kota menjadi daerah dengan jumlah masyarakat yang mengurus surat pindah tertinggi, yakni 11.078 orang, diikuti oleh Kecamatan Sagulung dengan 10.624 orang, dan Sekupang dengan 9.159 orang.

“Kebanyakan pendatang datang dengan tujuan mencari pekerjaan, mengingat Batam memiliki banyak industri yang terus berkembang,” ujar Heryanto.

Disdukcapil juga menegaskan bahwa setiap permohonan pindah datang maupun pindah keluar harus melalui proses verifikasi yang ketat. Ashraf menegaskan bahwa pihaknya tidak sembarangan mengeluarkan surat keterangan pindah.

“Semua berkas harus diverifikasi, mulai dari catatan administrasi hingga pencocokan data. Hal ini untuk memastikan tidak ada data ganda atau penyalahgunaan dokumen,” pungkasnya. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Update