Minggu, 18 Januari 2026

Acara Cernival 2025 Ditutup, BI Kepri Catat 72.140 Volume QRIS

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Husni Naparin, Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Kepri berfoto dengan para pemenang lomba pada penutupan Cernival BI Perwakilan Kepri di Harbourbay Batuampar, Minggu (1/27/7). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Acara Creative and Innovative Riau Island Carnival (Cernival) 2025 di Harbour Bay Downtown resmi ditutup Minggu (27/7) malam. Acara yang digelar Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau ini berlangsung selama tiga hari.

Kepala Fungsi Implementasi Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah Bank Indonesia Perwakilan Kepri, Husni Naparin mengatakan acara ini untuk meningkatkan edukasi dan penerimaan masyarakat terkait pembayaran non-tunai.

“Kita mengakseleresasi digital pembayaran agar masyarakat kita memahami penggunaan QRIS,” ujarnya di lokasi.

Baca Juga: Masih Dibiarkan Semrawut, Reklame Liar Hiasi Setiap Sudut Batuaji-Sagulung

Ia menjelaskan acara ini diisi oleh 32 stand UMKM, perbankan, OJK dan instansi Imigrasi, Bapenda, dan Samsat. Acara juga dimeriahkan wahana permainan. Seperti komedi putar dan rumah hantu.

“Antusias masyarakat sangat tinggi. Untuk pembuatan paspor, pembayaran pajak,” katanya.

Husni menambahkan selama dua hari acara, pihaknya mencatat 72.140 volume QRIS. Namun, pihaknya belum merinci jumlah transaksi selama acara tersebut.

Baca Juga: Kadishub: Penutupan U-turn Dikaji dan Diteliti Perhatikan Faktor Keselamatan Pengendara dan Kelancaran Arus

“Volume ini berapa banyak tap QRIS. Untuk nominal Rupiah belum bisa kita sampaikan. Karena akan dikumpulkan dulu dari para UMKM,” ungkapnya.

Ia mengaku acara ini akan terus diselenggarakan. Untuk tahun depan, BI perwakilan Kepri akan menargetkan lebih banyak UMKM dan pengunjung.

“Konsep acara inis seperti pasar malam, agar antusias masyarakat tinggi. Semoga tahun depan lebih meriah lagi. Lebih banyak UMKM dan pengunjung,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Update