
batampos – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam mencatat sepanjang Januari-September 2022 terdata ada 13.867 orang pencari kerja (Pencaker). Dari jumlah tersebut diketahui paling banyak berjenis kelamin perempuan.
Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Syakyakirti, mengataka, jumlah tersebut ini terdata berdasarkan permohonan Kartu Kuning. Baik yang mengurus di kantor kecamatan maupun di kantor Disnaker Batam.
Sebagai diketahui, bagi yang memiliki KTP Batam mengurus kartu kuning di kantor kecamatan sesuai domisili. Sedangkan mereka yang KTP luar mengurus di Disnaker Batam.
Bila melihat jenis kelamin, pencaker perempuan masih mendominasi yakni sebanyak 7.150 orang dan pencaker laki-laki sebanyak 6.717 Pencaker.
Hingga pertengahan tahun ini pencaker baik yang ngurus di Kecamatan maupun di kantor Disnaker totalnya 13.867 orang,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam Rudi Sakyakirti.
Angka ini kata Rudi tak jauh berbeda dibanding periode yang sama dengan tahun lalu. Di mana, jumlah pencari kerja di Batam mencapai 13 ribu kartu kuning.
Sementara itu, lanjutnya Rudi, sebanyak 2.331 pencari kerja atau mengurus kartu kuning ini telah ditempatkan atau sudah memiliki pekerjaan. Rinciannya, sebanyak 870 orang laki-laki dan sebanyak 1.461 lainnya perempuan.
“Pencaker ini mulai dari lulusan pendidikan SD, SMP sampai dengan S2. Bila dikategorikan lulusan, tingkat serapan tenaga kerja masih didominasi lulusan SMA sederajat,” tambah Rudi.
Sementara itu bila melihat angka pengangguran di Batam lanjutnya, saat ini berada di angka 14.233 orang atau dengan persentase 5,95 persen. Angka ini terus mengalami pengurangan seiring banyaknya bursa kerja di Kota Batam.
Seperti misalnya bursa kerja di Universitas Putra Batam beberapa waktu lalu, yang mampu menyerap hingga 2.000 tenaga kerja. Selain itu Rudi mengaku dalam waktu dekat ini sekitar bulan Oktober atau paling lambat November 2022, Disnaker Batam juga membuka bursa kerja dengan menggandeng 30 perusahaan.
“Kita tetap optimis ada peningkatan. Apalagi saat ini Singapura sudah dibuka kembali. Untuk estimasi lowongan yang tersedia dalam waktu dekat kemungkinan sektor migas,” tutupnya.(*)
Reporter: Rengga Yuliandra



