Senin, 26 Januari 2026

Ada 20 Titik Banjir di Batam, Ini Lokasinya

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Sejumlah kendaraan berusaha menerobos genangan air hujan yang meluap di jalan Raja Isa Batamcenter, Senin (14/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Persoalan banjir di Batam belum juga tuntas. Bahkan setiap kali diguyur hujan, sejumlah wilayah tergenang air. Kondisi ini diperparah dengan drainase yang belum mampu menampung air sehingga menyebabkan air meluap dan banjir.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam Suhar menyebutkan, berdasarkan fakta di lapangan ada beberapa penyebab banjir diantaranya, perubahan tata guna lahan dari awalnya daerah resapan air jadi daerah terbangun termasuk juga aktivitas cut and fill. Selain itu ada juga karena kurangnya kesadaran masyarakat dengan membuang sampah sembarangan, membangun di atas drainase, dan menutup drainase.

“Ada juga karena pengaruh pasang surut, adanya jaringan utilitas yang berada di drainase seperti pipa ATB, PLN dan PGN, curah hujan tinggi,” ujar Suhar, Senin (21/8).

Baca Juga: Jalan S Parman Berlubang dan Bergelombang, Berbahaya bagi Pengendara Motor

Banjir di Batam, lanjutnya, juga disebabkan oleh sinkronisasi pemanfaatan lahan dengan sistem drainase atau lahan sudah dialokasikan kepada pengembang, space saluran tidak ada serta kapasitas saluran yang sudah tidak mampu menampung debit air.

“Jadi ada banyak penyebab yang menyebabkan banjir di Batam ini,” tuturnya.

Suhar mengatakan, berdasarkan data dan peninjauan di lapangan saat ini ada 20 titik banjir di Batam yakni Simpang Kepri Mall-Dutamas-Legenda Bali-Legenda Malaka, Simpang Helm-Kawasan Tunas, Jalan Depan Kantor PDIP – Kawasan Samsat, dan Jalan Depan Villa Panbill.

Jalan Trans Barelang (Depan Perumahan Cipta Asri), Jalan Depan Brimob, Jalan Depan Buana Central Park, Jalan Depan SP Plaza, Jalan Depan Villa Muka Kuning, Jalan Depan Kantor Camat Nongsa, Kawasan Kantor BPJN (Mangsang).

Baca Juga: Warga Tutup Akses ke Galang

Jalan Duyung/Kawasan Jodoh, Kawasan Bengkong Indah/Bengkong Swadebi, Rosedale–Citra Indah, Kawasan Marina City, Perumahan Green Nongsa City, Kawasan Sei Tering, Kawasan SMPN 28, Kawasan Industri Volex dan Kawasan Greenland.

Sementara itu data DBMSDA berdasarkan hasil inventarisasi jumlah drainase eksisting yang ada di Batam saat ini adalah drainase primer sebanyak 121 ruas, dengan panjang 108.525 meter. Lalu ada juga drainase sekunder sebanyak 1065 ruas, dengan panjang 478.890 meter.
Dari jumlah drainase eksisting yang ada, seluruhnya masih berfungsi. Namun demikian ada sebagian drainase yang tidak dapat berfungsi maksimal akibat sampah, sedimentasi, dan dimensi saluran yang tak memadai.

“Untuk penanganan tersebut maka dilakukan pembersihan atau pengerukan saluran dengan menggunakan tenaga manusia maupun alat berat. Sedangkan untuk saluran yang tidak memadai dimensinya maka dilakukan pelebaran saluran baik secara permanen (pembangunan fisik) maupun non permanen (normalisasi),” ungkap Suhar.

Baca Juga: Lagi Asyik di Tempat Hiburan Malam, 6 Pelajar Terjaring Razia

Sementara itu dari beberapa titik banjir tersebut ada penanganannya dengan memperluas dimensi saluran untuk daerah atau kawasan yang secara kontur/elevasi salurannya dapat mengalir mengandalkan gravitasi. Untuk elevasi dasar saluran yang sama dengan elevasi pasang air laut diperlukan teknologi seperti pompa air. Sedangkan untuk kawasan baru, perlu dilakukan penambahan atau pembangunan drainase dari kawasan tersebut menuju drainase primer ataupun sekunder.

Suhar menyebutkan, sebenarnya di Batam sudah terdapat drainase induk atau drainase primer. Berdasarkan hasil survey terdapat drainase primer sebanyak 121 ruas. Namun akibat perubahan tata guna lahan dan pembangunan yang sangat pesat di Batam, ada sebagian drainase primer tersebut yang tidak mampu lagi menampung debit air.

“Kota Batam telah memiliki masterplan drainase pada tahun 2020 yang dibuat BP Batam, tentu perlu waktu, biaya, dan perencanaan yang mendetail untuk mengimplementasikan masterplan tersebut. Untuk lebih detail mengenai masterplan drainase Kota Batam dapat berkoordinasi langsung dengan BP Batam,” terang Suhar.

Bila mengacu pada master plan drainase Kota Batam yang disusun oleh BP Batam, selain diperlukan penambahan drainase baru untuk kawasan baru, untuk menangani banjir di Kota Batam diperlukan perluasan dimensi saluran yang ada. Membangun sistem drainase polder di empat lokasi yakni Batam Kota, Batu Ampar, Lubuk Baja, Sekupang dan sistem drainase coastal reservoir sebagai salah satu cadangan air baku di empat lokasi antara lain hilir dam duriangkang, daerah selatan di Sagulung dan Utara di Sekupang. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Update