
batampos – Problem air di Tanjunguncang, menyebabkan pertengkaran antar sesama tetangga. Pemandangan rebutan air, ibu-ibu saling menarik selang tangki air, atau bapak-bapak yang bertengkar.
Sudah menjadi pemandangan lumrah, akhir-akhir di Tanjunguncang. Emosi masyarakat tak terkendali, akibat air tak lancar sudah berbulan-bulan.
“Air menyebabkan pertengkaran. Bagaimana tidak, kebutuhan itu 6 tangki. Tapi, yang datang cuman 2 atau 3 tangki. Ibu-ibu atau bapak-bapak yang tak dapat, tarik-tarikan selang,” kata Ketua RT 1, RW 23 Tanjunguncang, Surya Darma Sitompul kepada batampos, Senin (12/6).
Ia mengatakan, keributan akibat air ini tidak hanya di kawasannya saja. Tapi, di lokasi lainnya di Tanjunguncang, sering terjadi pertengkaran.
Baca Juga: Ini Upaya SPAM Batam Atasi Krisis Air di Tanjunguncang
“Di Cunting, juga ada pertengkaran akibat air ini,” ujar Surya.
Dia mengaku, tidak tahu harus bertindak. Sebab, problem air ini, membuat semua orang menjadi gampang emosi.
“Bapak bayangkan, sudah pasokan tangki tak lancar. Lalu, janji datang jam 9 atau 10 pagi. Tapi, datangnya ke perumahan kami jam 11 atau 12 malam. Siapa yang tak emosi,” ucap Surya.
Ketua RW 24 Tanjunguncang, Dalil Harahap mengatakan, sudah sangat pusing mengurus persoalan air ini. “Air tangki tak datang, begitu datang jadi rebutan,” ujar Dalil.
Ia mengatakan, di Perumahan Sumberindo memiliki 300 kepala keluarga dan 10 blok. Kebutuhan air, per bloknya satu tangki air.
Baca Juga: Karena Rebutan Air Bersih Warga Tanjunguncang Sering Cek-Cok
“Saya minta didatangkan 10 tangki air. Tapi yang datang 3 tangki, pasti berebut dan jadinya bertengkar,” ungkap Dalil.
Dalil mengatakan, sudah memesan 15 tangki tiga hari lalu. Selain itu, juga menyampaikan pesan ke Direktur SPAM Batam.
Namun, setelah tiga hari berlalu, tangki air tak kunjung datang.
“Mandi dua hari sekali. Mencuci numpang ke rumah saudara. Jika begini terus, makin sulit hidup ini,” ujar Dalil. (*)



