
batampos – Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengunjungi warga yang berada di Kawasan Rempang, Galang, Minggu (13/8) pagi. Bahlil langsung disambut oleh warga dengan spanduk penolakan relokasi, karena tempat tinggal mereka sekarang ini akan dibangun pabrik kaca.
Bahlil menyampaikan kepada warga, bahwa sudah ada investasi yang ditanamkan di lokasi tersebut. Pemerintah menawarkan solusi, agar warga turut membantu investasi, khususnya di Batam.
“Alhamdulillah saya disambut dengan spanduk penolakan. Saya jadi tahu apa yang menjadi persoalan selama ini, karena sudah bertemu langsung dengan warga,” kata dia usai pertemuan tertutup di Hotel Marriott, Kota Batam, Minggu (13/8/2023) sore.
Baca Juga: Tinjau Rencana Pengembangan Pulau Rempang, Menteri Investasi RI: Kita Cari Solusi Terbaik
Bahlil menjelaskan kepada warga bahwa proses investasi harus tetap berjalan, dengan tetap menghargai apa yang menjadi hak-hak masyarakat.
“Dimana mereka akan mendapat relokasi rumah tipe 45 dengan tanah sekitar 200 hektare,” ujar Bahlil.
Ia menyebutkan berdasarkan pertemuan tersebut, ada bagian yang bisa diakomodir oleh pemerintah, namun tidak semua permintaan mereka bisa dipenuhi.
“Karena semua harus kita cari win-win solution yang baik,” sebutnya.
Baca Juga: Oknum Guru SMKN di Batam Ketahuan Selingkuh dengan Pejabat, Suami Ingin Pelaku Diberi Sanksi Tegas
Terkait lokasi relokasi warga Rempang yang terdampak pembangunan perusahaan asal China tersebut, Bahlil menyebutkan mereka akan dipindahkan ke lokasi yang sudah disiapkan oleh BP Batam.
“Kebetulan saya bukan warga Batam. Nanti tanya bapak Kepala BP Batam. Tadi saya sudah ke sana melihat lokasinya. Kurang hapal saya namanya tadi. Kalau di Papua saya bisa hapal kampung apa,” terangnya.
Ia menjelaskan relokasi terpaksa dilakukan, agar investasi tetap berjalan di Kota Batam. Karena jika tidak, maka investasi ini akan lari ke negara lain.
“Kan, bagaimana Kepri bisa berjalan agar tidak dianggap provinsi ke nomor sekian dalam investasi. Maka harus ada berjiwa besar semua. Harus cari win-win semua,” jelas Bahlil.
Baca Juga: Batam Dapat 1.100 Formasi CASN 2023, Persiapkan Diri untuk Daftar
Ia menargetkan ground breaking pembangunan pabrik kaca nomor dua di dunia ini ditargetkan bisa terealisasi tahun ini.
“Untuk itu semua harus dibersihkan, dan dipersiapkan untuk mendorong percepatan investasi di kawasan tersebut,” imbuhnya.(*)
Reporter: YULITAVIA

