
batampos – Video dugaan penganiyaan yang dialami Muhammad Abdullah, pria penjual tisu yang dikenal dengan aksi kungfu khasnya di Simpang Jalan Layang Laluan Madani beredar di media sosial. Penjual tisu ini terlihat didatangi petugas gabungan dari unsur Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Kapolresta Barelang, Kombes Zaenal Arifin mengatakan kasus ini sempat dilaporkan Abdullah ke Mapolresta Barelang.
“Muhammad Abdullah ini mencabut laporan. Dari Dinas Sosial, yang diwakili langsung oleh Kepala Dinas sudah berdamai. Tidak ada permasalahan lagi,” ujarnya.
Baca Juga: Pemancing Hilang di Perairan Belakang Padang, Basarnas Lakukan Pencarian
Zaenal menjelaskan video yang beredar di medsos tersebut disebutkan penganiayaan dilakukan oleh petugas gabungan. Hingga, Abdullah melakukan perlawanan saat ditertibkan.
“Kedua belah pihak ingin berdamai. Sekilas, tidak seperti yang di media sosial,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Batam, Leo Putra, membantah adanya kekerasan yang dilakukan oleh pihaknya selama menjalankan tugas penertiban. Pihaknya tidak pernah menggunakan kekerasan dalam menjalankan tugas sosial.
“Selama tujuh hingga delapan tahun saya di Dinsos, tidak pernah kami melakukan penertiban dengan pemukulan. Tidak ada dalam praktik kami bekerja untuk kesejahteraan sosial menggunakan kekerasan,” katanya.
Baca Juga: Lewat Program Cek Kesehatan Gratis, Warga Batam Bisa Deteksi Kanker Sejak Dini
Pihaknya bertugas menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang aktivitas berjualan di jalan. Menurutnya, Abdullah telah berkali-kali diingatkan untuk tidak berjualan di simpang jalan, namun tetap bersikeras melanjutkan aktivitasnya.
“Kami sudah mengingatkan berulang kali agar tidak berjualan di jalan, tapi dia berkeras. Saat petugas melakukan penertiban sesuai SPT, terjadi interaksi yang akhirnya menjadi viral,” tutupnya. (*)
Reporter: Yofi Yuhendri



