Kamis, 8 Januari 2026

Akses Jalan Genta I Masih Diblokir, Ini Permintaan Pedagang ke Walikota Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Jalan menuju kawasan Genta I, Batuaji yang masih ditutup. f. yofi

batampos– Akses jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan Genta I, Batuaji masih diblokir hingga Rabu (5/9). Warga meminta penutup jalan segera dibuka sehingga perekonomian di kawasan tersebut kembali normal lagi.

Ilham, salah seorang pedagang mengatakan permasalahan ini sudah langsung disampaikan ke Walikota Batam, Amsakar Achmad. Dalam pertemuan, Walikota berjanji akan meninjau langsung lokasi.

“Kami minta segera dibuka saja. Karena dari dulu pengendara banyak masuk dari jalan itu,” ujarnya.

Dalam pertemuan dengan warga, Walikota mengaku akan mengkaji kembali site plan jalan tersebut bersama instansi terkait. Jika dibuka kembali, warga diminta berkomitmen dalam menjaga kebersihan dan kelancaran arus lalu lintas di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Akses Jalan Ditutup, Puluhan UMKM di Genta I Kompak Menutup Usahanya

“Kami UMKM juga sudah dari dulu menjaga kebersihan kawasan ini. Karena ini mata pencarian utama kami,” katanya.

Sebelumnya, puluhan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di kawasan Genta I, Batuaji serentak menutup usahanya, Selasa (4/11). Penutupan usaha ini merupakan aksi protes pedagang terkait adanya penutupan jalan utama dari arah Jalan Letjend Suprapto menuju kawasan tersebut.

Risma, pengusaha londry di Genta I mengatakan penutupan usaha ini dilakukan setelah para pedagang sepakat untuk unjuk rasa ke Kantor Walikota Batam.

“Jalannya ditutup sudah hampir 6 bulan, karena ada pengerjaan lahan di pintu masuk. Jadi pedagang disini merugi dan unjuk rasa ke Kantor Walikota,” ujarnya di lokasi.

Ia menjelaskan sebelum akses jalan ditutup, kawasan ini banyak dilalui pengendara. Sehingga, usaha warga setempat tersebut ramai pengunjung atah pembelinya.

“Sekarang kalau masuk dari jalan besar, harus mutar jauh. Jadi banyak yang malas lewat sini,” katanya.

Risma juga mengaku penutupan jalan tersebut membuat omzet usahanya turun hingga 50 persen. Sebab, beberapa warga perumahan di sekitar kawasan tersebut enggan berkendara lebih jauh.

“Sekarang jauh lebih sepi. Pelanggan saya juga banyak yang pindah,” tutupnya. (*)

Reporter: Yofi

Update