
batampos – Tidak hanya di Jakarta, Aliansi Mahasiswa serta Tokoh Masyarakat yang tergabung dalam Aksi Kamisan Kepri menggelar demonstrasi perdana di depan Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/9) sore.
Aksi ini digelar sebagai bentuk respon terhadap berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) yang masih marak terjadi di Indonesia, mulai dari tragedi 1998 hingga kasus-kasus terbaru.
Sejak pukul lima sore, massa mulai berdatangan dengan mengenakan pakaian serba hitam, membawa payung hitam, lilin, serta bunga tabur. Mereka juga membacakan puisi, menyanyikan lagu perjuangan, dan menampilkan berbagai simbol perlawanan.
BACA JUGA: UMKM Antusias Ajukan Kredit, Verifikasi Ketat Hambat Pencairan
Di lokasi aksi, terbentang spanduk bertuliskan #MenolakLupaMerawatIngatan. Massa turut membawa foto-foto tokoh dan korban pelanggaran HAM, di antaranya Marsinah, Munir, Wiji Thukul, Tan Malaka, serta korban penculikan dan pembunuhan era Orde Baru dan Orde Lama. Tak ketinggalan, mereka juga membawa foto Affan Kurniawan, driver ojol yang meninggal akibat tertabrak kendaraan taktis Barakuda beberapa hari lalu.
Respati Hadinata, salah satu orator aksi, menyatakan bahwa Aksi Kamisan ini merupakan simbol perlawanan atas praktik impunitas dan pelanggaran HAM yang masih terjadi hingga hari ini.
“Hidup korban!” teriak Respati, yang langsung disambut massa dengan teriakan, “Lawan!”
Sementara itu, Muhammad El Ghazali, peserta aksi lainnya, menegaskan bahwa ia ikut turun karena merasa berkewajiban menyuarakan kasus pelanggaran HAM di Aceh.
“Kebetulan saya asli Aceh. Saya perlu menyuarakan keluarga saya yang menjadi korban HAM di sana,” ujarnya.
Mereka berkomitmen akan terus menggelar aksi serupa setiap Kamis
Aksi Kamisan perdana di Batam ini ditutup dengan menyanyikan lagu Indonesia Pusaka, tabur bunga sebagai simbol matinya keadilan, serta pembacaan do’a. (*)
Reporter: M. Sya’ban



