Kamis, 15 Januari 2026

Al Ahmadi Enterpreuner Center Gelar Penghargaan Kedelapan bagi Pelaku UMKM

spot_img

Berita Terkait

spot_img
DIREKTUR Excecutive Al Ahmadi Entrepreneur Center, Lisa Anggraini bersama Kadis Perindustrian Kepri, Ketua Dekranasda Kepri, dan undangan foto bersama dengan para pemenang Al Ahmadi Award ke-8 tahun 2022 di Hotel Harmoni One, Minggu (18/12). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Al Ahmadi Enterpreuner Center (AEC) dikenal sebagai pusat pelatihan dan jaringan bisnis terutama dalam pengembangan UMKM melaksanakan penghargaan kedelapan 2022.

Dengan tema mengadaptasi tantangan bisnis dalam peluang pasar halal antara Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Brunei Darusallam, di Harmoni One Hotel, Batamkota, Minggu (18/12).

Acara ini sebagai bentuk penghargaan kepada beberapa pelaku UMKM kreatif yang telah memberikan inspirasi kepada pelaku UMKM lainnya.

”Ini yang sudah kedelapan kali kami gelar dengan tujuan bagaimana mendorong semangat UMKM dan memperluas jaringannya. Jadi, kegiatannya ada tiga yakni kompetisi bisnis UMKM se-Sumatra, dan diumumkan pemenangnya di sini. Lalu, bisnis matching yang membukakan akses pasar dan terakhir yakni seminar,” ujar Direktur Eksekutif AEC, Lisya Anggraini.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Pegadaian Syariah, Ini Penjelasan Kejari Batam

Kategorinya ada empat yakni kuliner, jasa industri, talent, dan agribisnis. Total yang berpartisipasi ada sekitar 300-an pelaku UMKM.

”Jadi kami di sini membukakan wawasan kepada mereka melihat perdangan di luar yang sangat berpotensi hanya 5 ribu US triliun dan hanya 20 persen yang terpenuhi dan itu kebanyakan yang dibutuhkan dari produk makanan kuliner agribisnis,” terangnya.

Saat ini kata dia, jaringan pelaku UMKM seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darusssalam sudah terhubung untuk melebarkan pasar bisnisnya.

Baca Juga: Daftar Nama 13 Tokoh yang Menerima Anugerah Batam Madani 2022

”Ke depan kita akan upayakan untuk melebarkan bisnis UMKM ini ke beberapa negera lain di Asia Tenggara seperti Thailand,” ujarnya.

Dalam prosesnya, AEC melakukan berbagai kegiatan pelatihan mencakup tentang program penguatan marketing, penguatan pelayanan, dan penguatan bisnis strategi berbasis sales.

Kepala Disperindag Kepri, Aries Fariandi, menyampaikan, kualitas produk harus sesusai dengan pemain pasar global tersebut.

“Tanpa kita sadari kita telah bersaing dengan pasar dunia, menjadi kewajiban pelaku UMKM memahami berbagai risiko, apakah siap bersaing dikancah global tersebut. Pasca pandemi angka pertumbuhan ekonomi Kepri perlahan naik signifikan,” ujarnya.

Baca Juga: Pemko Batam Keluarkan Sertifikat dan SK Cagar Budaya

Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah dan berpengaruh besar terhadap usaha mikro. Saat ini pertumbuhan UMKM cukup pesat dan yang telah naik kelas, tapi tentu menjadi tantangan tersendiri.

”Oleh sebab itu, kegiatan seperti ini merupakan jawaban tantangan bagi kita khususnya pelaku UMKM Kepri ,” jelasnya.

Dimana hal ini menjadi peluang bisnis bagi produk-produk UMKM Kepri agar bisa berpartisipasi dalam ekspor ke beberapa negara yang telah di fasilitasi oleh AEC.

”Utamanya ada di empat negara tetangga kita, tentunya menjadi tantangan serta peluang secara bersama-sama. Kesempatan bisnis ke negara tersebut diharapkan dapat membantu mengembangkan bisnisnya,” pungkasnya.(*)

Reporter: Azis Maulana

Update