
Foto: Cecep Mulyana / Batam Pos
batampos– Serah terima jabatan (sertijab) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam digelar pada Senin (3/3), menandai peralihan kepemimpinan di Batam. Acara ini berlangsung sebagai bagian dari mekanisme demokrasi setelah masa jabatan kepala daerah berakhir dan pejabat baru dilantik oleh Presiden.
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, dalam sambutannya menyampaikan sertijab merupakan proses seremonial yang wajib dilakukan dalam pemerintahan. Dalam acara tersebut, dilakukan penyerahan memori tugas kepemimpinan serta penandatanganan berita acara oleh pejabat lama dan baru, disaksikan oleh Wakil Gubernur.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada wali kota sebelumnya atas kebijakan yang telah dijalankan, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Kami juga membuka diri terhadap masukan yang diberikan oleh beliau,” ujarnya.
BACA JUGA: Oleh-oleh Amsakar dari Retreat di Magelang
Selain menyoroti keberlanjutan program pembangunan, ia akan mengambil langkah terkait pemasangan reklame yang tidak tertata di Batam. Ia menyinggung kebijakan Presiden yang keberatan dengan maraknya baliho di pohon-pohon dan reklame yang tidak sesuai tempatnya.
“Ini akan menjadi perhatian khusus. Saya akan mengeluarkan surat edaran kepada OPD teknis dan pihak terkait agar tidak ada lagi pohon yang dipaku dengan baliho. Papan reklame yang tidak pada tempatnya juga akan kita tata ulang,” kata dia.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, dalam sambutannya menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi masalah di kota ini. Ia mengaku telah menerima laporan adanya tumpukan sampah di sejumlah titik, khususnya di wilayah Seipanas.
“Sudah dua hari ini saya mendapat laporan tentang sampah berserakan di jalan. Saya ingin tahu, siapa pejabat yang bertanggung jawab di Seipanas? Tolong segera bereskan, jangan sampai kita malu,” katanya.
Meskipun infrastruktur di Batam sudah membaik, masalah sampah tetap menjadi persoalan yang belum terselesaikan. Menurutnya, kondisi ini harus segera diatasi agar kota tetap bersih dan nyaman bagi warganya.
“Jalan-jalan kita sudah bagus, tapi sampah masih berserakan. Coba lihat di Seipanas, sampah menumpuk di pinggir jalan. Ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Jika persoalan ini tidak segera ditangani, Li Claudia akan melibatkan pemerintah pusat untuk membentuk satuan tugas khusus. Ia meminta pejabat terkait bergerak cepat menyelesaikan masalah ini tanpa penundaan.
“Saya minta persoalan ini dituntaskan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Jangan sampai harus ada tim satgas dari pusat turun tangan,” katanya. (*)
Reporter: Arjuna



