Senin, 19 Januari 2026

Amsakar Pastikan Perombakan

Fokus Pembangunan Infrastruktur dan Pengembangan SDM

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Wakil Walikota Batam/Walikota Batam terpilih Amsakar Achmad memberikan pemaparan saat menjadi narasumber pada podcast Batam Pos, Selasa (10/12). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Wali Kota Batam terpilih, Amsakar Achmad, bersama wakilnya, Li Claudia Chandra, sudah memiliki gambaran tentang personel yang akan mengisi struktur Pemerintah Kota Batam lima tahun ke depan. Kompetensi dan loyalitas adalah di antara indikator yang dipakai dalam memilih pejabat.

Hal itu diungkapkan Amsakar Achmad dalam wawancara di podcast kanal Youtube Batam Pos, Selasa (10/12).

“Insya Allah banyak mungkin kami akan lakukan perombakan di kabinet akan datang. (Namun) siapa duduk di mana, belum bisa kami perbincangan saat ini,” ujar Amsakar.

“Kami pasti akan melakukan perombakan,” Amsakar menegaskan.

Jawaban itu dilontarkan Amsakar kala menjawab pertanyaan Batam Pos terkait sikap sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di Pemko Batam pada masa-masa menjelang pemilihan kepala daerah lalu, yang terkesan mengucilkan dirinya.

Sudah menjadi perbincangan publik di Batam, sejak dua tahun menjelang pilkada, hak-hak protokoler Amsakar sebagai wakil wali kota dilucuti karena berkompetisi dalam memperebutkan dukungan partai dengan Marlin Agustina, istri Wali Kota Batam Muhammad Rudi.

Hampir semua pejabat struktural di Pemko Batam dari lurah, camat, hingga kepala dinas menjauh dan menghindar untuk bertemu dengan Amsakar. Tak ada pejabat yang berani dan bersedia menemani ia saat berkegiatan di tengah masyarakat.

Menurut Amsakar, sikap ketidaknetralan para ASN tersebut menjadi catatan bagi dia dan Li Claudia dalam menyusun komposisi pejabat di Pemko Batam lima tahun ke depan.

“Terkait sikap ASN terhadap kami selama ini. Tak usah dirisaukan. Karena semua sudah ada catatannya. Tak perlu kasak kusuk mencari perlindungan. Semua ada daftarnya. Yang memberikan sikap netral, yang menutup pintu komunikasi, semua ada catatannya,” kata Amsakar.

Semua catatan itu, kata dia, akan ia buka bersama Li Claudia saat menyusun struktur baru Pemko Batam setelah pelantikan 10 Februari 2025.

Ia juga menyatakan, bagi ASN yang tidak nyaman bekerja sama dengan dirinya, pintu keluar untuk mencari medan pengabdian baru, terbuka lebar.

“Jika tidak sama mazhabnya dan ada yang ingin mengurus pindah ke kementerian, atau ingin mencari titik-titik hijrah yang baru, kami buka ruang selebar-lebarnya,” ujarnya.

Amsakar menyatakan, apapun yang terjadi selama masa Pilkada lalu, ia tak pernah menyimpan dendam. “Tidak ada rumusnya dalam hidup saya yang namanya menyimpan di dalam hati,” katanya.

Oleh sebab itu, dalam penempatan pejabat nanti tetap mengacu pada standar perekrutan yang berlaku.

“Kami membuka ruang pada yang punya kualifikasi. Ada uji kompetensi. Ada seleksi, sesuai aturan normatif yang ada,” katanya.

Infrastruktur dan SDM

Selain perombakan struktur, Amsakar mengungkapkan, ada beberapa gebrakan yang akan menjadi fokus pemerintahannya. Transformasi Batam tidak hanya akan berpusat pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Kami ingin daya saing Batam terus meningkat. Infrastruktur yang belum selesai akan kami tuntaskan, termasuk penanggulangan banjir, pengelolaan sampah, dan kemacetan,” ucapnya.

Ia menyoroti, pentingnya kolaborasi dengan kementerian untuk mendukung perencanaan strategis, seperti membangun koridor baru yang menghubungkan Batuaji, Nongsa, dan Batam Center. “Kemampuan APBD akan kami optimalkan, tetapi lobi-lobi di tingkat pusat tetap menjadi prioritas,” tutur Amsakar.

Dalam hal sumber daya manusia, Amsakar menekankan pentingnya peningkatan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan. Beasiswa akan diperluas, mencakup anak-anak hinterland berprestasi dan keluarga kurang mampu. “Kami ingin generasi penerus memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat nasional dan internasional,” ujarnya.

Pelayanan kesehatan juga menjadi perhatian, termasuk program BPJS untuk pekerja rentan dan bantuan lansia. Selain itu, kebijakan bunga nol persen bagi pelaku UMKM telah dianggarkan, memberikan peluang lebih besar bagi pelaku usaha kecil untuk berkembang.

Selain itu, program kesehatan gratis, juga sudah masuk dalam agenda kerja yang siap dilaksanakan. “Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” ucapnya.

Soal banjir, Amsakar memaparkan, rencana komprehensif berdasarkan pertemuannya dengan konsultan. “Kami sudah memetakan 21 titik banjir di Batam. Solusinya mencakup pompa air, sumur resapan, dan pengelolaan drainase yang lebih baik,” ungkapnya.

Dia menyebutkan bahwa setiap titik banjir membutuhkan anggaran hingga Rp19 miliar. “Kami akan memulai dengan anggaran yang sudah tersedia tahun depan, ditambah dukungan dari gubernur dan roadshow ke Jakarta untuk mempercepat realisasi,” tuturnya.

Amsakar menutup pembicaraan dengan optimisme tinggi. “Kami siap bekerja keras untuk mewujudkan Batam sebagai bandar dunia madani yang sejahtera, berkelanjutan, dan berdaya saing. Dengan kolaborasi dan kerja keras, Batam bisa menjadi kota yang lebih baik di masa depan,” ucapnya. (*)

Reporter: FISKA JUANDA

Update