
batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama BP Batam terus memperkuat kolaborasi untuk memastikan keandalan dan ketersediaan air bersih bagi seluruh masyarakat, terutama di wilayah mainland.
Upaya ini menjadi salah satu fokus utama dalam pembangunan infrastruktur dasar di bawah kepemimpinan Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dan Wakil Wali Kota sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra.
Air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang tidak bisa ditawar. Karena itu, pemerintah terus berupaya meningkatkan kapasitas layanan dan memperkuat infrastruktur air minum agar kebutuhan warga terpenuhi secara merata dan berkelanjutan.
“Kami menempatkan penyediaan air bersih sebagai prioritas utama. Pemerintah harus hadir memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi dengan baik dan berkeadilan,” ujar Amsakar, Sabtu (25/10).
Baca Juga: 54 Tahun BP Batam: Dari Internal yang Solid ke Pelayanan yang Lebih Manusiawi
Ia menyebut, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga pasokan air di tengah pertumbuhan jumlah penduduk dan pelanggan yang terus meningkat. Sejalan dengan itu, BP Batam juga tengah melaksanakan berbagai proyek strategis untuk memperkuat sistem distribusi air di seluruh penjuru kota.
Beberapa gangguan air yang sempat terjadi di sejumlah kawasan disebut disebabkan oleh kerusakan pipa distribusi. Amsakar memastikan perbaikan dilakukan secara intensif agar suplai air segera pulih tanpa mengganggu aktivitas masyarakat.
Sebagai langkah perbaikan, pemerintah menyiapkan jalur pipa alternatif di beberapa kawasan, termasuk Happy Garden. Pekerjaan dilakukan dengan metode pengeboran sedalam 1,5 meter di bawah jalan untuk menghubungkan aliran ke pipa utama lain.
Selain itu, BP Batam telah menambah kapasitas jaringan pipa berkapasitas 370 lps di Waduk Muka Kuning. Penambahan ini ditujukan untuk mengimbangi pertumbuhan pelanggan yang meningkat dari 280 ribu pada 2021 menjadi 317 ribu pelanggan hingga Juni 2024.
Amsakar menjelaskan, pemerintah juga terus berupaya menyeimbangkan antara kebutuhan dan ketersediaan air melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) baru di beberapa titik strategis.
Baca Juga: Penumpang Pelabuhan Domestik Sekupang Turun Drastis dalam Tiga Bulan Terakhir
Dua proyek utama yang telah diselesaikan adalah pembangunan IPA berkapasitas 500 lps di Waduk Duriangkang dan 230 lps di Waduk Tembesi. Keduanya rampung pada akhir 2024 dan menjadi bagian dari strategi memperkuat pasokan air bagi wilayah-wilayah dengan pertumbuhan pesat.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, Batam kini diproyeksikan mengalami surplus air hingga 230 lps setidaknya sampai akhir 2025. Kondisi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi air bersih di tengah peningkatan kebutuhan.
Pada tahun 2024-2025, Pemko dan BP Batam juga memprioritaskan revitalisasi fasilitas eksisting seperti pompa, filter, dan sistem perpipaan lama. Langkah ini bertujuan meminimalkan potensi gangguan dan kebocoran dalam jaringan air kota.
Amsakar menyebut, seluruh langkah yang ditempuh merupakan wujud komitmen pemerintah dalam mewujudkan Batam yang maju, sejahtera, dan berdaya saing, dengan pelayanan dasar yang semakin berkualitas.
“Kami ingin setiap rumah di Batam memiliki akses air bersih yang layak. Ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga soal kesejahteraan dan kualitas hidup warga,” ujarnya. (*)
Reporter: Arjuna



