
batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan kinerja seluruh camat dan lurah akan dievaluasi enam bulan mendatang. Evaluasi ini berfokus pada tiga indikator sederhana: penataan kantor, lingkungan yang rapi, dan penanganan sampah.
Hal itu disampaikan Amsakar dalam Rapat Koordinasi (Rakor) bersama camat dan lurah se-Kota Batam di Ruang Hang Nadim, Kantor Wali Kota Batam, Kamis (4/9). Rakor turut dihadiri Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra.
“Indikator sederhana kinerja ada tiga: kantor rapi, lingkungan tertata, dan sampah bisa terurai. Itu ukuran paling dasar. Enam bulan ke depan akan kita lihat hasilnya,” tegas Amsakar.
Menurutnya, penataan kantor bukan sekadar estetika, melainkan mencerminkan keseriusan aparatur dalam bekerja. Kantor yang rapi akan memberi energi positif bagi pegawai sekaligus menghadirkan citra baik di mata masyarakat.
Lingkungan kantor dan wilayah sekitar juga mendapat sorotan. Amsakar meminta halaman dan taman selalu terawat, pohon dipangkas secara berkala, serta drainase diperhatikan. Ia mengingatkan pentingnya normalisasi drainase secara rutin agar tidak menimbulkan banjir saat musim hujan.
“Jangan hanya menunggu laporan. Rajin turun, cek kondisi di lapangan. Jika ada kendala segera komunikasikan kepada kami,” ucapnya.
Masalah persampahan turut menjadi perhatian utama. Amsakar menekankan perlunya kreativitas camat dan lurah dalam mengelola sampah dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Sebagai dukungan, Pemko Batam menyiapkan tambahan armada persampahan pada 2026, antara lain 29 unit compactor Hino, 42 arm roll, 10 dump truck, 132 bin sampah, serta satu becak motor. Tiga UPT baru dan pembangunan insinerator juga disiapkan untuk memperkuat pengelolaan sampah.
“Tambahan armada ini jangan sampai hanya jadi pajangan. Kinerja aparat di lapangan harus maksimal. Keluhan masyarakat soal sampah dan banjir harus ditangani cepat, tidak boleh dibiarkan berlarut,” ujar Amsakar.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, menekankan pentingnya konsistensi dan kolaborasi. Ia meminta camat segera memetakan lokasi pembuangan sampah liar serta memperkuat komunikasi dengan lurah dan RT/RW.
“Koordinasi penting agar masalah bisa diketahui sejak dini dan dicarikan solusinya bersama. Jangan saling menyalahkan, yang terpenting masyarakat merasakan pelayanan,” kata Li Claudia.
Ia juga mengingatkan agar semangat gotong royong tetap dijaga. “Tugas kita melayani masyarakat, bukan dilayani. Mari wujudkan Batam yang bersih dan nyaman bersama-sama,” tambahnya. (*)
Reporter: Arjuna



