Kamis, 29 Januari 2026

Jangan Salahkan Bina Marga Saja, Ini Kata Suhar Soal Banjir Batam

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Hujan yang turun mengguyur kota Batam membuat sejumlah ruas jalan tergenang, seperti yang terjadi di Simpang Kepri Mall, Senin (5/5). F Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Batam, Suhar, angkat bicara menanggapi persoalan banjir yang terus membayangi berbagai wilayah di Kota Batam, termasuk banjir besar yang terjadi usai hujan deras pada Senin (6/4) lalu.

Menurut Suhar, masalah banjir tidak bisa dilihat hanya sebagai tanggung jawab satu instansi saja. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan atau stakeholder. “Jangan hanya melihat itu tugas Bina Marga, ini persoalan bersama,” ujar Suhar, Selasa (6/5).

Ia menjelaskan bahwa penanganan banjir harus dimulai dari hulu hingga ke hilir. Di bagian hulu, salah satu penyebab utama adalah berkurangnya bentang alam yang terbuka. Menurutnya, menjaga kawasan hulu tetap hijau sangat penting untuk mengurangi limpasan air permukaan atau run-off.

“Kalau kawasan hulu sudah gundul, maka air hujan langsung mengalir deras ke bawah tanpa sempat diserap tanah. Ini memperparah banjir di wilayah-wilayah rendah,” jelasnya.

Di wilayah tengah, yang menjadi fokus kerja Dinas Bina Marga dan SDA, dibutuhkan sistem drainase yang ideal. Ia menyebut perlu adanya sinergi antara dinasnya dengan organisasi perangkat daerah (OPD) lain seperti Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertamanan (Perakimtan) yang juga menangani drainase lingkungan.

Sementara itu, di bagian hilir, Suhar menyoroti dampak dari reklamasi yang memperpanjang daratan hingga ke laut. “Kita butuh pengendalian yang lebih baik terhadap reklamasi di pesisir, karena menghambat aliran air ke laut. Air jadi menggenang lebih lama,” katanya.

Untuk saat ini, langkah nyata yang dilakukan pihaknya adalah menjaga kapasitas tampung drainase yang sudah ada. Upaya tersebut dilakukan melalui normalisasi secara berkala guna mencegah penyumbatan aliran air.

“Kami siapkan 17 unit alat berat untuk keperluan normalisasi saluran drainase. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga sistem drainase agar tetap berfungsi maksimal,” terang Suhar.

Ia juga mengimbau masyarakat dan sektor swasta untuk ikut ambil bagian dalam menjaga lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga ruang terbuka hijau. “Kalau semua pihak ambil peran, saya yakin persoalan banjir bisa dikendalikan,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Update