Jumat, 2 Januari 2026

Anggaran Terbatas, DBM-SDA Batam Fokus Pelebaran Jalan dan Pemeliharaan Berkala

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Proyek penambahan lajur jalan dari Masjid Agung Batam ke Simpang Frengki. (Arjuna)

batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam, Kepulauan Riau, hanya mendapat jatah Rp140 miliar di 2024 ini. Anggaran itu termasuk untuk segala macam kebutuhan kantor, gaji pegawai, serta proyek fisik.

Jika dibandingkan di 2023 lalu, DBM-SDA Batam mendapat kucuran anggaran sekitar Rp190 miliar. Bahkan di tahun-tahun sebelumnya, anggaran dinas mencapai Rp300 miliar per tahun.

Hal itu pun dikeluhkan oleh Kepala DBM-SDA Batam, Suhar. Proyek-proyek infrastruktur harus terus digesa, namun dari sisi penganggaran tak mencukupi. Contohnya untuk 2024 ini, proyek fisik dengan nilai besar cuma pelebaran atau penambahan lajur jalan dari Masjid Agung Batam sampai ke Simpang Frengki, serta jalan Simpang Frengki ke arah Panasonic.

“Dua proyek itu totalnya sekitar Rp14 miliar. Kalau untuk (proyek) fisik lain ada, cuma angkanya paling besar itu ratusan juta saja,” ujar Suhar, Selasa (18/6).

Baca Juga: Masih Banyak Jukir Tak Beri Karcis, Kadishub Batam: Tak Usah Bayar, Tak Usah Takut

Untuk jalan Masjid Agung Batam ke Simpang Frengki, dilakukan pelebaran menjadi empat lajur. Sementara di Simpang Frengki menuju Panasonic diperkirakan hanya bisa tiga lajur.

“Kalau di Simpang Frengki ke Panasonic, persoalannya jalan selalu rusak. Jalan yang selalu terendam air pasti akan cepat rusak. Nanti akan kita naikkan badan jalan disamping kita membenahi drainase. Kita naikkan hingga dua meter. Kita berharap jalan itu tak terendam lagi,” katanya.

Bukan tak mau membenahi infrastruktur Batam, hanya saja dana yang diberikan terbilang kecil. Sementara, untuk APBD Batam di tahun ini naik. Secara keseluruhan, hampir semua dinas Pemko Batam mengalami penurunan anggaran.

Suhar tetap optimis. Untuk infrastruktur tahun anggaran 2024, pihaknya masih tetap berfokus pada pelebaran jalan yang telah dikerjakan sebelumnya. Terutama menyelesaikan paket-paket pekerjaan yang secara bertahap tak bisa diselesaikan secara langsung.

“Contohnya, pelebaran jalan di Masjid Agung yang kita lanjutkan. Itu untuk menyelesaikan lapis permukaan aspal dan drainase jalan. Nanti kita tutup drainase dengan pedestrian. Penambahan lajur itu akan selesai tahun ini,” katanya.

Baca Juga: Inflasi Batam Tembus 3,90 Persen, Tertinggi Sejak 2023

Secara tupoksi, DBM-SDA Batam itu menjaga kemantapan jalan. Maka dari itu dilakukan pemeliharaan secara rutin.

“Di kita (Batam) kemantapan jalan di atas 80 persen. Ada kerusakan yang tidak begitu besar, kita lakukan penambalan,” kata Suhar.

Untuk 2025, DBM-SDA akan programkan secara bertahap pemeliharaan berkala di beberapa kawasan. Diprioritaskan untuk jalan kawasan Nagoya lantaran usia konstrukainya yang sudah tua. Belum lagi di kawasan pertokoan Nagoya.

Ternyata, ruas jalan Pemko Batam itu mencapai 1.300 kilometer. Jika dianalogikan, lebih panjang dari jalan Jakarta – Surabaya yang cuma diangka 800 kilometer.

Dengan anggaran yang tak seberapa, Suhar tetap mengupayakannya seoptimal mungkin. Kemungkinan beberapa jalan eks nasional dan provinsi dibagikan ke BP Batam sebagiannya.

“Untuk di SK terakhir, total ruas jalan Pemko Batam lebih kurang 1.098 kilometer. Kemungkinan naik mencapai 1.300 kilometer, karena beberapa jalan kawasan pemukiman diserahkan ke kita. Belum lagi jalan eks nasional dan provinsi. Berarti panjang jalan kita itu dari ujung paling barat Pulau Jawa, sampai ujung paling timur Pulau Jawa,” ujar Suhar. (*)

 

Reporter: Arjuna

Update