Rabu, 14 Januari 2026

Angin Puting Beliung Terjang Pulau Terong, Tiga Rumah Rusak dan Atap Pelabuhan Roboh

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Rumah salah satu warga yang rusak akibat puting beliung. f.ist

batampos– Angin puting beliung menerjang permukiman warga di Kelurahan Pulau Terong, Kecamatan Belakang Padang, Senin (1/9) pagi. Peristiwa ini menyebabkan tiga rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, sementara atap pelabuhan penumpang Teluk Bakau roboh.

Camat Belakang Padang, Hanafi, mengatakan pihaknya bersama lurah setempat langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat yang terdampak. Ia menegaskan tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

“Kita sudah ada turun ke lokasi bersama lurah. Ada tiga rumah warga yang terdampak. Selain itu, atap pelabuhan Teluk Bakau juga roboh. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” ujar Hanafi.

BACA JUGA: Angin Kencang Terjang Batam, Kecepatan Capai 35 Knot

Hanafi menjelaskan, pemerintah kecamatan sudah melakukan langkah mitigasi awal agar warga tetap merasa aman pascakejadian. Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, mengingat saat ini cuaca tidak menentu dengan curah hujan tinggi disertai angin kencang.

“Kami minta masyarakat tetap berhati-hati. Untuk nelayan, kalau cuaca tidak memungkinkan, sebaiknya menunda aktivitas melaut demi keselamatan,” katanya.

Salah satu rumah yang rusak adalah milik Hj Rumiati, warga RT 01 RW 01 Pulau Terong. Bagian atap dan dinding rumahnya rusak hingga sekitar 50 persen. Kondisi itu membuat warga sekitar berinisiatif memberikan bantuan darurat dengan bergotong-royong memperbaiki rumah korban.

Seorang warga Pulau Terong menyebut, angin kencang sempat membuat panik warga kampung. Mereka berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Untung anginnya hanya lewat sebentar. Kalau bertahan di perkampungan bisa lebih banyak rumah yang rusak,” ujarnya.

Tokoh masyarakat pesisir Pulau Terong, Muhammad bin Boyan, yang juga Sekretaris HNSI Batam, mengatakan warga bahu-membahu membantu korban yang terdampak. Ia berharap pemerintah segera turun tangan memberi perhatian khusus, karena musibah angin puting beliung sudah beberapa kali terjadi di wilayah itu.

“Kami berharap ada tindakan nyata dari pemerintah, karena ini bukan yang pertama kali terjadi,” tegasnya. (*)

Reporter: Rengga

Update