Rabu, 28 Januari 2026

Angka Deportasi Tinggi, BP3MI Minta Lahan ke Amsakar Untuk Shelter PMI

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Abdul Kadir Karding saat ke Pelabuhan Internasional Batam Center. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Angka deportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dalam dua tahun terakhir terbilang cukup tinggi. Mayoritas PMI yang dideportasi dipulangkan melalui pelabuhan internasional di Batam.

Meski tiba dengan selamat, fasilitas penampungan sementara atau shelter bagi para PMI dinilai tidak memadai. Shelter saat ini hanya mampu menampung maksimal 89 orang, sementara dalam setiap gelombang deportasi, jumlah PMI yang dipulangkan kerap melebihi 100 orang.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Kombes Pol Iman Rachman, berharap Pemerintah Kota Batam atau Badan Pengusahaan (BP) Batam dapat menyediakan lahan untuk pembangunan shelter yang lebih layak.

“Saat kunjungan Pak Menteri Abdul Kadir (Kepala BP2MI), kami sudah menyampaikan keterbatasan kapasitas shelter. Karena itu, kami berharap ada lahan yang bisa digunakan untuk membangun shelter permanen di Kota Batam,” ujar Iman, Kamis (24/4).

Menurut Iman, shelter saat ini bersifat sementara dan berlokasi di Ruko Imperium, Batam Kota. Dengan kapasitas terbatas, ruangan tersebut hanya mampu menampung 89 PMI.

“Setiap gelombang deportasi jumlahnya selalu lebih dari 100 orang. Terakhir, ada 120 PMI yang dipulangkan,” tegasnya.

Untuk mengatasi keterbatasan ruangan, pihak BP3MI kerap meminta keluarga PMI yang berada di Batam agar menjemput kerabat mereka langsung dari shelter. Ruangan kemudian diberikan kepada PMI yang tidak memiliki keluarga di daerah tersebut.

“Terpaksa kami minta keluarga PMI menjemput saudaranya lebih cepat. Untuk proses pemulangan ke daerah asal, tetap kami fasilitasi,” lanjut Iman.

Sementara itu, Wali Kota Batam yang juga Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, belum memberikan jawaban pasti terkait permintaan penyediaan lahan. Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan mengecek terlebih dahulu ketersediaan lahan yang masih memungkinkan untuk digunakan sebagai shelter PMI.

“Untuk permintaan tersebut, kami akan cek dulu ketersediaan lahannya,” ujarnya singkat. (*)

Reporter: Yashinta

Update