Minggu, 25 Januari 2026

Angka Kejahatan di Kepri Menurun, Tapi Batuaji dan Sagulung masih Masuk Kategori Rawan

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana. F.Yashinta

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri mencatat angka tindak pidana di wilayah hukum Kepulauan Riau menurun dalam tiga bulan terakhir. Penurunan ini terjadi pada sejumlah kasus menonjol, seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), hingga penipuan.

Dirkrimum Polda Kepri, Kombes Ade Mulyana, mengatakan penurunan kasus kejahatan tersebut menunjukkan hasil kerja sama seluruh unsur, baik jajaran kepolisian, forkompimda, maupun masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan.

“Angkanya menurun. Untuk data detail saya tidak pegang saat ini, tapi kasus menonjol seperti curat, curas, dan penipuan tercatat menurun dalam tiga bulan terakhir,” ujar Ade, Kamis (2/10).

Selain kejahatan konvensional, Polda Kepri juga masih menangani kasus narkoba, kejahatan umum, hingga kejahatan khusus. Meski begitu, tren keseluruhan kejahatan tetap menunjukkan penurunan.

Baca Juga: Kasus Penyelundupan iPhone di Pelabuhan Punggur, Penyidik Bidik Pemilik

Ade menegaskan, situasi kamtibmas yang kondusif menjadi modal penting bagi pertumbuhan ekonomi. Terlebih, Kepri kini tercatat sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi ketiga secara nasional.

“Keluhan masyarakat terhadap kamtibnas juga menurun. Ini harus terus kita jaga, supaya iklim investasi tetap kondusif dan para investor merasa aman berkegiatan di Kepri,” tambahnya.

Kapolda Kepri, Irjen Asep Safrudin, juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif menjaga stabilitas keamanan, khususnya di Kota Batam yang menjadi pusat pertumbuhan ekonomi wilayah.

Untuk memaksimalkan pelayanan, Polda Kepri mengoptimalkan Hotline 110. Setiap laporan masyarakat yang masuk akan langsung diteruskan ke polres terdekat untuk ditindaklanjuti.

“Begitu ada gangguan kamtibnas, operator akan mengarahkan petugas ke posisi pelapor. Kami pastikan laporan masyarakat tidak diabaikan,” kata Ade.

Baca Juga: Batam Gelar Batik Fashion Week 2025, Angkat Citra Budaya di Kota Modern

Selain itu, Polda Kepri juga menggiatkan patroli, baik dari satuan samapta maupun reserse. Hal ini dilakukan untuk mencegah tindak kriminal, terutama di wilayah dengan tingkat kerawanan lebih tinggi.

“Di Batam, wilayah Batuaji dan Sagulung masih masuk kategori rawan. Maka patroli terus kami tingkatkan di sana,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan menekan angka kejahatan tidak bisa hanya bergantung pada kepolisian. Dukungan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan agar stabilitas kamtibnas tetap terjaga. (*)

 

Reporter: Yashinta

Update