Minggu, 18 Januari 2026

Animo QRIS Turun, Dishub Batam Tetap Perluas Pembayaran Parkir Nontunai

Target Retribusi Parkir 2025 Dipatok Rp 18,5 Miliar

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Seorang warga melakukan pembayaran parkir non tunai dengan menggunakan QRIS di kawasan Palm Spring Batamcenter, Selasa (10/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Meski minat masyarakat dalam menggunakan metode pembayaran parkir nontunai melalui QRIS menurun, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam tetap berkomitmen memperluas titik layanan tersebut.

Kepala UPTD Pelayanan Parkir Dishub Batam, Jeskiel Alexander Banik, mengatakan saat ini sistem pembayaran QRIS sudah diterapkan di 100 titik lokasi parkir sejak September 2024 lalu. Rinciannya, 48 titik berada di wilayah Batamkota, 47 titik di Lubukbaja, dan 5 titik di Sekupang.

“Awal peluncuran antusiasme tinggi, bisa sampai 1.000 transaksi per bulan. Sekarang mulai menurun, pendapatan dari QRIS hanya sekitar 500 transaksi per bulan,” ujar Jeskiel saat ditemui, Rabu (31/7).

Meski demikian, ia mengungkapkan sebagian pengguna aktif QRIS saat ini didominasi oleh generasi muda, khususnya Gen Z. Pemerintah tetap melanjutkan skema pembayaran ini karena diyakini lebih transparan dan efisien.

“Rata-rata titik QRIS berada di depan kantor bank,” jelasnya

Menurut dia, juru parkir yang dibekali kode QR memakai seragam berbeda, yakni biru dan orange. Dimana mereka mengalungi barcode yang mana digunakan sebagai pembayaran.

“Jukir ini Outsour, digaji. Tahun depan kemungkinan ada penambahan 20 hingga 25 titik lagi, tinggal menunggu arahan pimpinan,” jelasnya.

Jeskiel juga mengingatkan masyarakat untuk selalu meminta karcis parkir kepada juru parkir. Jika tidak diberikan, pengguna berhak meminta. “Kalau tidak diberi juga, silakan laporkan,” tegasnya.

Terkait target retribusi parkir, Dishub Batam menargetkan pendapatan sebesar Rp18,5 miliar pada tahun 2025. Hingga Juni 2025, capaian retribusi sudah menembus angka Rp 6 miliar lebih.

“Tahun ini kami optimistis bisa tembus Rp12 hingga Rp13 miliar, bahkan tak menutup kemungkinan bisa sampai Rp15 miliar. Yang jelas lebih besar dari tahun lalu,” pungkasnya. (*)

Reporter: Yashinta

Update