Jumat, 16 Januari 2026

Anniversary Smart Aurica School ke-8 ‘Sang Idola’

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Ketua Yayasan Smart Aurica School, Seftiana Sari, para tenaga pendidik, tamu undangan dan para siswa berfoto bersama pada Anniversary Smart Aurica School ke-8 di Restoran 933 Golden Prawn. Foto: Messa Haris/Batam Pos

batampos – Smart Aurica School merayakan hari jadinya yang ke-8 di Restoran Golden Prawn 933, Bengkong, Minggu (19/2/2023). Anniversary Smart Aurica School ke-8 ini mengangkat tema ‘Sang Idola’.

Ketua Yayasan Smart Aurica School, Seftiana Sari, mengatakan, pihaknya ingin membuktikan anak-anak Smart Aurica School adalah idola.

Ia menjelaskan, Smart Aurica School merupakan sekolah intervensi khusus anak tunarungu dan Speech Delay (lambat berbicara).

“Smart Aurica School kita diinisiasikan untuk anak-anak tunarungu dan berkebutuhan khusus. Doakan saya dan tim untuk tetap istiqomah untuk mendidik anak-anak berkebutuhan khusus lainnya,” katanya.

Ia mengatakan, Smart Aurica School berdiri pada tahun 2015 dan berpusat di Kota Medan, Sumatera Utara.

“Smart Aurica School ini pusatnya di Medan dan 2020 awal kita membuka cabang di Palembang dan di Batam baru satu tahun,” ujarnya.

Saat ini lanjutnya, jumlah siswa Smart Aurica School di Batam ada sekitar 16 orang. Dengan tenaga pendidik sekitar 10 orang.

Ketua Yayasan Smart Aurica School, Seftiana Sari (jilbab pink) memotong kue pada Anniversary Smart Aurica School ke-8. Foto: Messa Haris/Batam Pos

Setiap kelas kata dia, diisi enam orang anak dengan dua orang guru.

Di Smart Aurica School lanjutnya, para siswa diajarkan mendengar, berbicara dan pemahaman.

“Metode pembelajaran atau kurikulum masih kita sadur dari luar yaitu St. Gabrielle sari A.G. Bell academy itu khusus anak tunarungu. Karena di Indonesia sendiri belum ada metode khusus. Karena pendidikannya saja belum ada,” katanya.

Namun lanjutnya, Smart Aurica School tetap merujuk kepada perkembangan standar di Indonesia dan di Batam merujuk ke sekolah luar biasa.

“Jadi kurikulum di Smart Aurica School kita kombinasi dengan sekolah luar biasa dari pendidikan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Elmie, mengatakan, dengan berdirinya Smart Aurica School, anak-anak yang awalnya tidak bisa mendengar saat ini sudah bisa mendengar.

“Kalau sudah bisa mendengar otomatis nanti pita suara akan bergetar. Jadi ada kaitannya antara mendengar dengan pita suara. Kita bisa bersuara karena ada getaran di pita suara kita,” katanya.

Ia menjelaskan, saat ini anak-anak berkebutuhan khusus juga memiliki hak yang sama dengan anak-anak normal lainnya. Salah satunya dalam hal pekerjaan.

“Kita bersyukur dengan diterbitkannya Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016. Anak-anak istimewa kita yang telah menyelesaikan pendidikan bisa bekerja di pemerintahan yaitu dua persen dan satu persen di perusahaan swasta,” jelasnya.

Ia melanjutkan, saat ini sudah banyak anak-anak berkebutuhan khusus yang sudah bekerja di industri-industri di Kota Batam.

Salah seorang wali murid, Ningsih, sangat bersyukur Smart Aurica School bisa hadir di Kota Batam. Karena kata dia, banyak orang tua yang tidak sadar jika anaknya berkebutuhan khusus.

“Kami sangat berterima kasih karena sudah membuka sekolah ini di Batam. Terima kasih kepada guru-guru hebat yang mendukung anak-anak kami. Semoga ke depan guru-guru Smart Aurica School diberi kesehatan dan kemudahan untuk mendampingi anak-anak hebat kami semua,” tuturnya.

Kepala Sekolah Smart Aurica School, Siti Rizki Kartika, berharap di hari jadi ke 8 , Smart Aurica School bisa lebih memberi kontribusi terhadap anak-anak yang tuna rungu dan speech delay.
“Begitu juga harapan kami, agar anak-anak tersebut bisa diterima dengan baik di tengah masyarakat, tidak mendapat diskriminasi. Dan mampu bicara dan mendengar seperti anak pada umumnya,” kata Siti.

Pada Anniversary Smart Aurica School ke-8 dimeriahkan dengan beragam acara seperti qori dan qoriah, tari melayu, tari kreasi modern, puisi, fashion show, story telling, mewarnai, bernyanyi dan karate.

Serta seminar Auditory Verbal Theraphy (AVT) yang disampaikan praktisi AVT Smart Aurica School, Yanda YP Manurung.

Turut hadir dalam Anniversary Smart Aurica School ke-8 yakni Pembina Smart Aurica School, Muhammad Iqbal dan Perwakilan Dinas Sosial Provinsi Kepri, Irwanto.(*)

Update