
batampos – Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) Irjen Pol Asep Safrudin menggelar pertemuan strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Kepri di ruang kerjanya. Pertemuan ini membahas berbagai isu penting terkait keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang perayaan Idul Fitri.
“Kerja sama yang telah terjalin dengan NU dan MUI, khususnya dalam menjaga keamanan serta meredam potensi konflik di tengah masyarakat,” kata Irjen Pol Asep Safrudin, Kamis (6/3).
Menurutnya, peran organisasi keagamaan sangat krusial dalam menciptakan suasana yang aman dan harmonis.
“Kehadiran NU dan MUI di tengah masyarakat sangat membantu dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Ini merupakan salah satu kunci utama dalam menjaga hubungan sosial yang kondusif,” ujarnya.
Baca Juga: 109 Sanggahan Diterima, Pelamar PPPK di Batam Bersiap Ikuti SKD
Lebih lanjut, Kapolda Kepri menekankan pentingnya sinergi yang lebih erat antara kepolisian dan organisasi keagamaan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial yang ada. Dengan kolaborasi yang semakin solid, diharapkan Provinsi Kepulauan Riau tetap menjadi wilayah yang aman, damai, dan nyaman bagi seluruh masyarakat, terutama menjelang Idul Fitri yang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat.
Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kepri, KH Usman Ahmad, menyambut kesiapan NU untuk terus berkontribusi dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah Kepulauan Riau.
“NU berkomitmen untuk aktif menjaga kedamaian di tengah masyarakat serta mendukung upaya kepolisian dalam menciptakan situasi yang kondusif,” kata dia.
Selain itu, KH Usman Ahmad juga menyoroti pentingnya menangkal isu atau misinformasi yang beredar di masyarakat.
Sementara itu, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepri, KH Bambang Maryono, mengangkat permasalahan yang dihadapi sejumlah pesantren dan yayasan di Kepri, terutama terkait kesulitan dalam memperoleh lahan untuk kegiatan pendidikan.
Baca Juga: Hakim Pengadilan Agama Batam Diserang Saat Berangkat Kerja, Pelaku Masih Diburu Polisi
“Hal ini menjadi kendala bagi keberlangsungan pendidikan agama dalam membentuk generasi penerus yang memiliki nilai-nilai keagamaan yang kuat,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Kapolda Kepri menyampaikan kolaborasi yang telah terjalin harus terus diperkuat dalam berbagai aspek, termasuk dalam meredam potensi konflik, menangkal misinformasi, serta menciptakan suasana yang kondusif bagi masyarakat Kepulauan Riau. (*)
Reporter: Azis Maulana



