
batampos – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Regional Kepulauan Riau (Kepri) hingga akhir 2024 menunjukkan kontribusi positif terhadap perekonomian daerah.Realisasi pendapatan APBN mencapai Rp13,77 triliun, tumbuh 12,08 persen dibanding tahun sebelumnya.
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) turut mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 90,34 persen, terutama dari Badan Layanan Umum (BLU) yang meningkat 50,31 persen. Namun, penerimaan PNBP lainnya mengalami kontraksi sebesar 7,43 persen.
Dalam rapat Asset Liability Committee (ALCo) Regional Kepri bulan Desember 2024, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kepri, Budiman, mengungkapkan bahwa pendapatan negara di Kepri mencapai 90,87 persen dari target. Penerimaan pajak menjadi penyumbang terbesar dengan realisasi Rp11,65 triliun atau 100,33 persen dari target, tumbuh 18,3 persen secara tahunan.
“Sektor industri pengolahan mendominasi kontribusi pajak sebesar 45,64 persen dengan realisasi Rp5,32 triliun, disusul sektor perdagangan besar Rp1,28 triliun, dan sektor administrasi pemerintahan Rp1 triliun,” kata Budiman.
Ia menuturkan, belanja negara di Kepri terealisasi sebesar Rp17,16 triliun atau 91,89 persen dari target. Belanja pegawai tumbuh 11,38 persen, sementara belanja barang mengalami kontraksi -6,77 persen. Sebaliknya, belanja modal justru meningkat signifikan hingga 34,07 persen.
“Transfer ke Daerah (TKD) juga tersalurkan optimal,” ucap Budiman.
Pemerintah Provinsi Kepri mencatat realisasi tertinggi secara nominal sebesar Rp1,96 triliun (99,60 persen dari pagu), sedangkan realisasi terendah berada di Kabupaten Lingga sebesar Rp807,53 miliar (96,19 persen dari pagu). Rendahnya realisasi di Lingga dipicu oleh tidak tersalurkannya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pengadaan mesin sentra IKM sagu.
“Jenis TKD dengan penyaluran tertinggi adalah Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp1,14 triliun (99,99 persen dari pagu),” tutur Budiman.
Belanja di sektor pariwisata mengalami lonjakan 41,63 persen, didorong oleh kebijakan relaksasi Visa on Arrival yang meningkatkan jumlah wisatawan dari Singapura. Peningkatan ini juga dipicu oleh penyelenggaraan berbagai acara internasional, seperti Padang Melang International Folklore Festival, Tanjungpinang Fest, Batam Wonderfood & Art Ramadan, dan Kenduri Seni Melayu.
Budiman mengatan, kinerja APBN Kepri yang positif ini menjadi modal untuk menghadapi 2025. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas APBN agar tetap mampu melindungi kesejahteraan masyarakat serta menjaga stabilitas ekonomi dari berbagai guncangan. (*)



