
batampos – Salah satu kuliner yang lezat dan pantas dicoba di Batam adalah Lontong Medan. Bagi perantau asal Medan bisa mendapatkan makanan lezat ini Komplek Paradise Center Blok K No. 6 Lubukbaja, Batam.
BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake
Masalah rasa. Tentu lezat. Lantas apa yang membedakan lontong ini dengan lontong lainnya?
BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan
”Lontong Medan ini mempunyai ciri khas pada topingnya seperti: tauco, ikan teri, sambal tempe, bihun goreng, kerupuk udang, kerupuk kentang dan serundeng,” sebut Pemilik Lontong Medan, Ary, Selasa (14/3/2023).
BACA JUGA: Indra Hidayat, Pemilik Warung Prasmanan Mama Kembar
Di Batam, pecinta makanan berkuah santan lezat itu direkomendasikan datang langsung ke lapak Lontong Medan di Komplek Paradise Center Blok K No. 6 Lubukbaja, Batam, mulai dari pukul 07.00 sampai 11.00 WIB setiap hari. Harganya relatif murah Rp 14 ribu untuk satu porsi lontong.
Dengan harga yang murah tersebut, pelanggan dan calon pelanggan sudah mendapatkan satu porsi lontong ditambah telur rebus yang sudah dilumuri cabai, kuah santan, kerupuk dan beberapa bahan makanan lezat lainnya.
Ary mengakui, usaha Lontong Medan ini sudah dimulai sejak tahun 2021 lalu. Usaha ini cukup mendapat tempat di hati masyarakat Batam. Terbukti hampir setiap hari, usaha ini tidak pernah sepi dari pembeli yang datang dari berbagai lokasi di Batam.
Selain lontong, Ary juga menjual nasi lemak dan lupis. Ada lagi? Ya. Pelanggan bisa juga makan 5 potong lupis seharga Rp 10 ribu. Lupis merupakan makanan khas Indonesia. Ada dua bentuk lupis yang umum ditemui: segitiga atau bulat memanjang seperti lontong. Lupis dibuat dari beras ketan yang dimasak lalu dibungkus dengan daun pisang.
Di lapak ini juga dijual sate jengkol Rp 4 ribu berisikan empat buah jengkol. Serta ada juga dijual sate kerang dengan harga Rp 4 ribu. Bagi pelanggan dan calon pelanggan yang ingin mendapatkan lontong, lupis, sate kerang, sate jengkol, bisa datang lebih pagi karena dikhawatirkan makanan tersebut sudah habis sebelum jam tutup lapak.
Khusus sate jengkol. Memang agak unik dan jarang dijual pedagang lainnya. Karena lezat dan cukup banyak peminat, maka sate dari buah berbiji belah dan lezat, hingga sekarang masih dijual di lapak ini.
Ary menambahkan, dengan usaha lontong ini dia sangat bersyukur bisa menutupi biaya kehidupan sehari-hari dan bebagai biaya rumah tangga lainnya. Masalah banyak pedagang lontong dengan aneka rasa lezat dan variasi, Ary mengaku tidak khawatir. Sebab masing-masing pedagang mempunyai rezeki dan pelanggan tersendiri. (*)
Reporter: Suprizal Tanjung



