Senin, 23 Februari 2026

ASNUR, Pemilik Aksesori Muslim Reni Asman

spot_img

Berita Terkait

spot_img
Asnur di kios Aksesori Muslim Reni Asman, di Jodoh, Jumat (2/6/2023). F Suprizal Tanjung

Dipercaya Pengusaha Bukittinggi

Ingin mendapatkan aneka aksesori muslim? Datang saja ke kios Aksesori Muslim Reni Asman, nomor 18 E samping kantor pos Babinsa Jodoh.  Di kios ini tersedia aneka aksesori muslim dengan harga relatif murah dibandingkan dengan barang yang sama dijual di mal atau toko.

BACA JUGA: Dewi Asriani, Pemilik Zahran Cake

”Meskipun di kios. Barang yang saya jual dari merek-merek berkelas. Merek mahal. Dan itu barang asli,” papar Pemilik Aksesori Muslim Reni Asman, Asnur, Jumat (2/6/2023).

BACA JUGA: Indra Hidayat, Pemilik Warung Prasmanan Mama Kembar

Barang-barang yang dijual di sini papar Asnur, mulai dari sajadah, tasbih, kopiah, Alquran ukuran kecil,  sedang dan besar.

BACA JUGA: Sayidina Ali, Pemilik Ketupat Lontong Salero Sutan

Di samping aksesoris muslim sebut Asnur. Dia juga menjual pakaian anak Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama  (SMP). Dari sekolah. Beberapa jenis celana dan lainnya.

BACA JUGA: WANDI, Pemilik Barber Shop Three Brother

Asnur yang datang ke Batam tahun 2004 lalu itu mengakui. Pelangganya sangat beragam. Biasanya mereka adalah orang-orang yang lewat di depan kiosnya. Kadang ada juga pelanggan yang sengaja datang ke kiosnya untuk mendapatkan berbagai aksesori yang dijualnya.

Dalam berusaha, wanita asal Bukittinggi ini menerapkan sistem senang sama senang. Tidak memberatkan pelanggan. Misalnya ada pelanggan membeli kopiah. Ketika tiba di rumah. Kopiah tadi tidak cocok ukuran di kepala. Pelanggan bisa datang lagi mengganti dengan kopiah dengan ukurang lain yang cocok. Namun hanya bisa menukar barang. Tidak  membatalkan pembelian. Jadi. Pelanggan tidak perlu khawatir akan rugi bila salah beli barang di Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Ibu delapan anak ini melanjutkan, sebelum berusaha menjual aksesori muslim ini, dia dulu berdagang kerupuk di muka Jodoh Center, Jodoh, Batam tahun 2005-2006. Lewat satu komunikasi, ada pengusaha dari Bukittinggi yang memberikan piutang pakaian muslim. Artinya. Pengusaha tadi memberikan barang-barangnya dijual oleh Asnur. Jual saja barang itu. Untungnya ambil lebih besar oleh Asnur. Modal dan sedikit keuntungan kembalikan kepada pengusaha Bukittinggi tadi.

Asnur pun kemudian menyewa gerobak dan mulai menjual pakaian tadi. Lama-lama.  Usahanya ini mulai berkembang. Dari utang hanya beberapa juta rupiah juga saja. Kini sudah mencapai Rp 50  juta ke atas. Pengusaha yang membantu Asnur bukan lagi dari Bukittinggi. Tapi sudah ada bantuan barang dari pengusaha asal Jakarta.

Bagaimana cara mendapatkan bantuan utang berupa pakaian, aneka aksesori muslim tadi? Kuncinya hanya satu.

”Jujur dan apa adanya. Kita utang barang orang. Ketika sudah ada uang dan bisa membayar utang. Ya bayar. Jangan ditunda,” papar Asnur dalam menjaga kepercayaan orang lain.

Saat  ini, barang-barang dan aksesori di kios Asnur sudah mulai berkurang. Dia belum bisa memesan barang ke Bukitinggi atau ke Jakarta. Alasannya. Kalau memesan barang Rp 5 juta ke bawah kurang enak dengan dua pengusaha tadi. Terlalu sedikit. Setidaknya dia baru memesan barang dan aksesori bila pesanan sudah mencapai lebih dari Rp 50 jutaan. (*)

Reporter: Suprizal Tanjung

SALAM RAMADAN