Selasa, 27 Januari 2026

Astragraphia Gelar Kelas ASIK di Batam, Dorong UMKM Naik Kelas Lewat Inovasi Kemasan

spot_img

Berita Terkait

spot_img

batampos – PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia), salah satu anak usaha dari PT Astra International Tbk yang bergerak di bidang teknologi informasi, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), Astragraphia menggelar kegiatan Kelas ASIK atau Kelas Astragraphia untuk Industri Kreatif di HR Rihanna, Tiban, Sekupang, Kamis (15/5).

Kelas ASIK untuk pertama kalinya digelar di wilayah Kepulauan Riau, sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan tahun 2025. Kegiatan ini disambut antusias oleh para peserta, dengan total 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor di Kota Batam. Mengusung tema “Kemasan Cantik, Konsumen Melirik”, Kelas ASIK bertujuan membekali pelaku UMKM dengan wawasan dan keterampilan untuk meningkatkan kualitas kemasan produk agar lebih menarik, fungsional, dan ramah lingkungan.

Chief of Business Operation 1 PT Astra Graphia Tbk, Ricky Chandra, menjelaskan bahwa Kelas ASIK merupakan agenda rutin yang digelar di berbagai daerah sebagai bagian dari empat pilar CSR Astragraphia, yaitu pendidikan, lingkungan, kewirausahaan, dan kesehatan. Program ini juga didukung oleh fokus bisnis Astragraphia di bidang printing solutions, teknologi, dan layanan transformasi digital.

“Kami melihat potensi Batam sangat besar dalam industri kreatif. Letaknya yang strategis di Kepri juga menjadi keunggulan. Dengan pelatihan ini, kami berharap UMKM lokal bisa makin berkembang dan bersaing di pasar nasional hingga internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan, produk digital printing dapat membantu UMKM dalam membangun identitas merek yang kuat dan membedakan produknya di pasaran. Selain visual yang lebih tajam, bahan yang digunakan juga lebih mudah terurai dan cocok untuk kebutuhan pengemasan produk berkelanjutan.

“Kegiatan ini bertujuan mengajak pelaku UMKM untuk naik kelas. Kita bantu mereka memahami bagaimana cara meningkatkan nilai jual produk lewat kemasan yang menarik dan inovatif. Salah satunya melalui digital printing, yang memungkinkan kemasan tampil lebih estetik, mudah dibentuk, dan lebih ramah lingkungan karena berbahan dasar kertas,” tambah Ricky.

Melalui Kelas ASIK, Astragraphia menunjukkan komitmennya dalam mendorong inovasi dan pertumbuhan ekonomi. Program ini diharapkan mampu membekali pelaku UMKM agar lebih berdaya saing, melek digital, dan siap naik kelas di pasar yang semakin kompetitif.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Hendri Arulan (kemeja putih).
f. Rengga / Batam Pos

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Hendri Arulan, yang turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasi kepada Astragraphia atas kontribusinya dalam pengembangan UMKM lokal.

“Dinas KUKM Batam diundang untuk memberikan materi seputar kebijakan dan strategi pengembangan UMKM. Kami menyambut baik inisiatif Astragraphia yang telah menggelar Kelas ASIK sebagai bentuk nyata CSR mereka dalam mendukung pelaku usaha di Batam,” ujar Hendri.

Menurut Hendri, kemasan yang menarik sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli produk. Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan kemasan produk yang sesuai dengan tren pasar.

“Selain dari sisi produksi dan pemasaran, packaging menjadi elemen penting yang tidak bisa diabaikan. Melalui kegiatan ini, UMKM kita dibekali pemahaman bahwa kemasan bukan sekadar pembungkus, tapi bagian dari strategi pemasaran,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, dinas memberikan edukasi terkait pengelolaan keuangan usaha, yang kerap menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro.

“Kami sampaikan pentingnya memisahkan keuangan usaha dengan kebutuhan rumah tangga. Banyak UMKM yang gagal berkembang karena tidak mampu mengelola arus kas dan aset usaha dengan baik. Ini yang terus kami edukasikan,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas KUKM Kota Batam, hingga akhir 2024 tercatat sebanyak 75.575 UMKM di kota ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.748 UMKM menjadi binaan aktif dinas, dengan rincian: 1.376 pelaku usaha kuliner, 88 jasa, 199 industri kreatif, 46 obat tradisional, 11 pertanian dan peternakan, serta 1 pelaku usaha perikanan.

“Kami sangat mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam membina UMKM, seperti yang dilakukan Astragraphia. Ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong UMKM naik kelas, berdaya saing, dan mampu memperluas pasar,” tutup Hendri. (*)

Update