
batampos – Banjir masih menjadi permasalahan yang dihadapi Kota Batam saat ini. Hujan yang turun dengan intensitas cukup tinggi, dan bersamaan dengan pasang, mengakibatkan beberapa wilayah terendam banjir.
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam membuat parit tanah atau parit sementara untuk mengalirkan air yang menggenangi di Jalan Laksamana Bintan atau Simpang Frengky.
Kepala DBMSDA Batam, Yumasnur mengatakan penanganan titik banjir masih berjalan hingga saat ini. Pasca banjir, sebanyak 12 alat berat diturunkan untuk mengatasi genangan hingga banjir.
“Alat berat lagi turun, dan membuat parit buatan atau sementara. Tujuanya agar genangan air di Simpang Frengky bisa teratasi. Alat berat bekerja di dekat Venesian membuat parit tanah,” ujarnya, Kamis (3/2).
Baca Juga: Stok Daging Aman, Harga Diprediksi Naik Jelang Puasa
Yumasnur mengatakan selain pembuatan parit tanah, alat berat juga bekerja di Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong. Parit digali secara estafet. Ada juga normalisasi parit besar yang dilakukan di Perumahan Deviley Batu Besar. Lokasi lainnya adalah Bengkong Permai.
Yumasnur mengatakan saat ini ada 12 titik yang menjadi pusat pengentasan banjir. Salah satunya merupakan lokasi yang terparah Botania.
Banjir menggenangi ruas jalan, dan membuat kendaraan, dan bangunan di sekitar terendam air. Beberapa lokasi juga terjadi longsor, hingga jalan amblas.
“Saya sudah kerahkan alat berat untuk mengatasi banjir. Tadi pagi alat berat sudah mengarah ke Botania. Mungkin pengerjaan akan segera di mulai di wilayah sana, agar banjir tidak terjadi lagi,” kata dia saat dihubungi, Kamis (3/2).
Baca Juga: Suami Bunuh Istri karena Masalah Ekonomi, Ini Kesaksian Ibu Korban
Yumasnur mengakui hal yang bisa dilakukan saat ini adalah normalisai, dengan menurukan semua alat berat yang ada. Hari kedua pasca banjir, alat berat sudah dipindah dari satu titik ke titik lainnya.
“Hanya itu yang bisa kami lakukan saat ini. Alat sudah dirolling untuk menyelesaikan titik banjir,” ujarnya.
Ia menambahkan cuaca ektrem yang terjadi di wilayah Kepri turut menjadi penyebab banjir yang terjadi. Luapan air laut hingga ke darat, dan merendam permukikan warga.
Tidak saja itu, saat ini pihaknya juga tengah menangani persoalan longsor yang terjadi di beberapa titik. Curah hujan yang tinggi mengakibatkan terjadinya longsor.
“Sekarang hujan lagi. Tapi kita berharap tidak banjir lagi,” ungkapnya. (*)
Reporter : YULITAVIA

