
batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) mulai mengerjakan pembangunan rumah pompa air sebagai solusi pengendalian banjir di kawasan Jodoh hingga Nagoya. Pekerjaan fisik sudah dimulai dan ditargetkan rampung pada November 2025.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DBM-SDA Kota Batam, Wan Taufik mengatakan, rumah pompa ini menjadi komponen penting dalam sistem pengendalian banjir khususnya di daerah Jodoh hingga Nagoya, terutama saat musim hujan.
“Saat ini sudah dimulai pekerjaan rumah pompanya. Insyaallah selesai pelaksanaannya pada November 2025,” ujarnya, Minggu (20/4).
Baca Juga: Batam Diterjang Hujan Lebat dan Angin Kencang, Sejumlah Wilayah Terendam
Ia menjelaskan, rumah pompa nantinya akan dilengkapi dengan pintu air, sistem blok air dari laut, dan beberapa pompa yang diawasi langsung oleh petugas. Infrastruktur ini sangat dibutuhkan mengingat kondisi topografi Jodoh-Nagoya yang datar, dengan elevasi tidak jauh dari permukaan laut.
“Selama ini kita hanya mengandalkan aliran air secara gravitasi. Tapi untuk kawasan datar seperti ini, sistem pompa sangat diperlukan agar air bisa cepat dibuang ke laut,” jelasnya.
Menurut Taufik, pembangunan stasiun pompa ini telah diajukan dalam APBD 2025. Lokasi pompa akan dibangun di titik-titik muara yang menjadi jalur pembuangan air ke laut. Dengan kehadiran pompa ini, banjir di sekitar Martabak Har, Jodoh, Nagoya, dan sekitarnya diharapkan bisa teratasi.
Baca Juga: Polemik Lahan di Baloi Kolam, Sudah 40 Rumah Pindah
Sembari menunggu stasiun pompa rampung, DBM-SDA tetap melaksanakan langkah antisipatif dengan melakukan normalisasi saluran air di sejumlah titik banjir di Kota Batam.
“Normalisasi tetap rutin kita laksanakan, terutama di wilayah yang kerap tergenang air saat hujan. Ini bagian dari upaya penanganan jangka pendek,” tambahnya.
Pembangunan rumah pompa ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang Pemko Batam dalam membenahi sistem drainase kota dan meminimalkan dampak banjir, yang selama ini menjadi masalah tahunan di beberapa wilayah padat penduduk. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra



