
batampos – Suasana berbeda terlihat di Kampung Cunting, Kelurahan Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, Jumat (3/10) pagi. Ratusan warga tampak antusias mengikuti kegiatan bakti sosial yang digelar Polda Kepri. Mulai dari layanan kesehatan gratis, gerakan pangan murah, hingga pembagian makanan bergizi dikemas dalam program Jumat Berkah.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan permukiman padat itu mendapat sambutan hangat dari warga. Anak-anak hingga lansia berbondong-bondong datang untuk memanfaatkan layanan yang disiapkan.
“Kami ingin hadir langsung dan memberikan manfaat nyata. Tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga meringankan kebutuhan masyarakat,” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Raden Bimo Dwi Lambang, saat meninjau kegiatan.
Dalam kegiatan bakti kesehatan, warga dapat memeriksa tekanan darah, kolesterol, asam urat, hingga gula darah secara gratis. Tersedia juga layanan pengobatan ringan, farmasi, hingga pemeriksaan gigi yang langsung dilayani oleh tim medis.
“Senang sekali bisa cek kesehatan tanpa biaya. Biasanya kalau ke klinik harus keluar uang. Ini sangat membantu,” ujar Wati, warga RT 03 yang datang sejak pagi.
Di sisi lain, gerakan pangan murah menjadi magnet tersendiri. Sebanyak dua ton beras premium SPHP dijual hanya Rp58 ribu per 5 kilogram, jauh di bawah harga pasaran.
“Bagus berasnya, pulen. Anak saya suka. Alhamdulillah bisa beli empat karung, tadi juga sempat coba makanan dari dapur live. Lele gorengnya enak,” ujar Mariama, warga setempat.
Satuan Brimob Polda Kepri memang membuka dapur segar di lokasi kegiatan. Warga bisa melihat langsung proses live cooking ikan lele, yang kemudian dibagikan dalam bentuk 300 paket makanan siap saji.
Selain membawa bantuan, polisi juga menyisipkan pesan Kamtibmas kepada masyarakat. Warga diimbau ikut menjaga ketertiban lingkungan dan mengawasi anak-anak dari pengaruh negatif.
“Keamanan bukan hanya tugas polisi, tapi tanggung jawab bersama. Kita harus saling jaga,” ujar AKP Bimo.
Polda Kepri berharap kegiatan ini bisa mempererat hubungan antara polisi dan masyarakat, serta menjadi wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kami senang, kegiatan ini membantu banyak. Kalau bisa rutin, misalnya sebulan sekali. Jadi warga tidak hanya dapat bantuan, tapi juga merasa diperhatikan,” kata Sumarno, tokoh masyarakat Kampung Cunting. (*)
Reporter: Eusebius Sara



