
batampos – Aksi balap liar khususnya di kawasan Batam Centre hingga kini masih ditemukan. Bahkan, warga perumahan sekitar dan pengguna jalan mengeluhkan aksi yang kerap dillakukan remaja dan anak-anak tersebut.
Lokasi balap liar ini juga sudah sering didatangi Satlantas Polresta Barelang. Dalam kegiatan tersebut, polisi selalu menilang puluhan para pebalap liar dan penggunaan knalpot brong.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Cut Putri Amelia Sari mengatakan selain antisipasi dari pihaknya, aksi balap liar ini bisa dicegah dengan peran aktif para orangtua. Cut meminta orangtua untuk membatasi jam malam anak keluar rumah.
Baca Juga: Meresahkan Masyarakat, Polsek Sekupang Amankan Puluhan Motor Knalpot Brong
“Tolong jam malam itu dibatasi. Karena kumpul-kumpul itu menjadi faktor dan terpengaruh aksi trek-trekan,” ujar Cut yang didampingi Kanit Turjawali Polresta Barelang, Ipda Yudhi Patra saat kegiatan antisipasi balap liar di Simpang Kara, Batam Centre, Sabtu (20/5) dini hari.
Cut menjelaskan pihaknya mendatangi lokasi rawan balap liar tersebut dilakukan setelah mendapat keluhan dari masyarakat. Adapun lokasi yang didatangi yakni di di kawasan Batamcentre yakni di Simpang Kara, Simpang Frengky, Simpang Engku Putri, hingga Simpang Hotel 01.
“Kegiatan ini merupakan respon cepat kita dan tindak lanjut atas perintah Kapolres untuk melaksanakan kegiatan antisipasi balap liar,” kata Cut.
Baca Juga: Harga Telur di Batam Naik hingga Rp 65 Ribu per Papan
Cut menambahkan dalam kegiatan antisipasi balap liar ini, pihaknya melibatkan 30 orang personel yang dibagi 3 regu. “Efek jeranya, kita berlakukan tilang non elektronik. Khusus anak-anak ada surat pernyataan yang diketahui wali,” tegasnya.
Pantauan di lokasi, pebalap liar dan pengguna knalpot brong tersebut didominasi remaja dan berkelompok. Seperti remaja berstatus pelajar SMK Swasta di kawasan Lubukbaja berinisial R.
Ia mengaku ditindak polisi saat trek-trekan bersama rekan-rekannya yang berjumlah 4 sepeda motor atau 8 orang. “Pamit ke orangtua mau begadang nonton bola sama teman,” ujarnya di lokasi.
Namun, ia bersama rekan-rekannya menuju Batam Centre untuk balap liar. “Orangtua tidak tau kalau ke sini,” ungkapnya. (*)
Reporter: YOFI YUHENDRI



